PosKupang/

Ini yang Dirasakan Kakek Nawuasa Sebelum Sera Anilan Diseret Banjir

Kakek Nawuasa memiliki perasaan batin yang kurang enak serasa seperti ada sesuatu yang akan membawa kesialan yang menimpa keluarganya.

Ini yang Dirasakan Kakek Nawuasa Sebelum Sera Anilan Diseret Banjir
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Korban meninggal disemayamkan di rumah duka, Kamis (15/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Robert Ropo

POS KUPANG.COM, WAINGAPU - Nawuasa (60), kakek kandung korban Sera Anilan (11) yang meninggal akibat diseret banjir di saluran drainase di RT 15 RW 4 Kelurahan Kambajawa, Kamis (15/2/2018) sore sekitar pukul 16.00 Wita mengaku memiliki perasaan lain dalam batinnya.

Kakek Nawuasa ketika ditemui di rumah duka di RT 15 RW 4 kelurahan setempat, Kamis (15/2/2018) malam, mengatakan, sebelum kedua cucunya terhanyut banjir di drainase ia memiliki perasaan batin yang kurang enak serasa seperti ada sesuatu yang akan membawa kesialan yang menimpa keluarganya.

"Saya ada sakit, tapi saya tidak mimpi apa-apa, tapi saya rasa kurang enak seperti ada yang nanti terjadi kurang baik, sehingga saya sempat telepon mamanya Vanya Landu Tana," ungkap Nawuasa.

Nawuasa mengatakan, perasaan batin yang kurang enak tersebut menjadi nyata setelah ia mendengar kedua cucunya terhanyut banjir.

"Sedih betul. Kejadian ini membawa duka yang mendalam bagi keluarga saya. Tapi mau bilang apa, nasibnya sudah seperti ini," katanya.

Nawuasa mengatakan, korban Sera Anilan dan adiknya Vanya Landu Tana merupakan anak dari kedua anak perempuannya.

"Korban dan adiknya itu mama mereka bersaudara kandung dana mama mereka itu saya punya anak," kata Nawuasa. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis_Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help