PosKupang/

Ikadana Undana Gelar Dialog Soal Lahan Kering Kepulauan

Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana) menggelar dialog publik di Stasiun TVRI NTT, Kamis (15/2/2018) malam.

Ikadana Undana Gelar Dialog Soal Lahan Kering Kepulauan
ISTIMEWA
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pose bersama rektor dan alumni Undana seusai dialog di stasiun TVRI NTT, Kamis (15/2/2018) malam. 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana) menggelar dialog publik di Stasiun TVRI NTT, Kamis (15/2/2018) malam.

Dialog yang digagas Simon P Nilli dkk tersebut mengusung tema Mewujudkan Undana sebagai Pusat Unggulan Lahan Kering di Indonesia dan Dunia.

Dialog yang dipandu presenter TVRI Nusa Tenggara Timur (NTT), Ina Djara tersebut menghadirkan empat narasumber, yaitu Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Rektor Undana, Fred Benu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yohanes Tay Ruba, dan alumni Undana, Dion DB Putra.

Hadir pula dalam dialog selama satu jam yang disiarkan secara langsung TVRI NTT, para alumni Undana khususnya dari Fakultas Pertanian (Faperta), akademisi dan sejumlah pejabat dari Pemprov NTT.

Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan, dirinya mendukung penuh ketika Rektor Undana, Fred Benu menyampaikan gagasan membangun Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan di Undana tahun 2014.

"Saya senang Pak Rektor sudah mewujudkan hal itu. Kalau mau belajar soal lahan kering, orang harus datang ke NTT. Belajar di Undana. Masa mereka harus belajar di Universitas Udayana Bali? Pemerintah provinsi memberikan dukungan antara lain berupa anggaran lewat APBD," kata gubernur.

Rektor Undana, Fred Benu, pada kesempatan itu menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh Undana menjadikan universitas itu sebagai Pusat Unggulan Lahan Kering Kepulauan di Indonesia dan Dunia.

"Kami sudah bekerjasama dengan beberapa kabupaten. Mereka mengirim anak-anak muda belajar mengenai lahan kering di Undana," katanya.

Ke depan, lanjut Rektor Undana, pihaknya memberi kesempatan kepada para petani untuk menimba ilmu dan keterampilan mengelola lahan kering di laboratorium Undana.

Yohanes Tay Ruba memaparkan kondisi lahan kering di Provinsi NTT serta berbagai terobosan pemerintah dalam mengembangkan potensi lahan kering untuk pertanian, peternakan dan lainnya.

Sementara Dion DB Putra mengapresiasi langkah Undana menjadi Pusat Unggulan Lahan Kering Kepulauan. "Saran kami untuk Pak Rektor agar memperkuat branding Undana sebagai universitas unggulan lahan kering di Indonesia dan dunia," ujarnya. (osi)

Penulis: dion_db_putra
Editor: Kanis_Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help