PosKupang/

PMKRI Kupang Gelar Aksi 1001 Lilin untuk Korban di Gereja St. Lidwina Yogyakarta

Menyikapi peristiwa naas tersebut, PMKRI Cabang Kupang sungguh sangat tersayat hatinya.

PMKRI Kupang Gelar Aksi 1001 Lilin untuk Korban di Gereja St. Lidwina Yogyakarta
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Aktivis PMKRI Cabang Kupang, saat aksi 1001 lilin, Senin (12/2/2018) malam 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS KUPANG. COM | KUPANG - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang menggelar aksi 1001 lilin dan seruan perdamaian demi terawatnya kerukunan umat beragama di Indonesia, Senin, (12/2/2018) bertempat di Margajuang63 PMKRI Cabang Kupang, Jalan Jendral Soeharto Naikoten Kupang.

Aksi tersebut sebagai bentuk empati terhadap penyerangan terhadap Gereja Santa Lidwina Bedhog, Sleman Jogyakarta, kemarin 11 Februari 2018, oleh pelaku bernama Suliono, atas tindakan brutal dan besenjata tajam, mengakibatkan empat orang terluka, salah satu di antaranya Rm. Pier, SJ.

Menyikapi peristiwa naas tersebut, PMKRI Cabang Kupang sungguh sangat tersayat hatinya.

Peristiwa tersebut merupakan tamparan keras akan ancaman terorisme, sikap intoleran yang mengganggu keamanan dan ketentraman umat beragama.

Ketua PMKRI Cabang Kupang termandat, Yohaes O. Padeng, mengaku, sangat menyesalkan tindakan itu.

”Saya menghimbau kepada seluruh umat Katoli di Indonesia secara khusus di NTT, agar tidak mudah terprovokasi insiden tersebut”, tuturnya.

Ia mejelasakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari beragam suku, ras, agama, dan budaya, sehingga kita perlu berperan dalam mejaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara Presidium Gerakan Masyarakat (Germas) Adrianus Oswin Goleng, menegaskan pentingannya optimalisasi peran pihak keamanaan dalam hal ini polisi dalam melakulan tindakan preventif, agar, tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dikemudian hari.

Selanjutnya, Koordinator Lapangan (Korlap) Emanuel Boli dalam aksi bakar 1001 lilin dan seruan orasinya mengatakan bahwa, Indonesia sedang diancam tindakan terorisme dan radikalisme.

" Oleh karena itu, kita dihimbau agar senantiasa berwaspada, terus berdoa menurut keyakinan masing-masing agar bangsa kita tercipta rasa aman, damai, rukun dan tentram," ungkapnya.

Dalam aksi bakar 10001 lilin tersebut, tampak berpartisipasi masyarakat Kota Kupang yang sedang melintas, menghentikan perjalanannya sejenak, membakar lilin dan berdoa bersama. (8)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help