Pemulung Gerilya Keliling Kota Maumere Cari Barang Bekas

Mereka berada di sisi jalan membawa karung kumal mengisi barang bekas terutama gelas-gelas plastik.

Pemulung Gerilya Keliling Kota Maumere Cari Barang Bekas
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A-
Mikael Nut, pemulung di Kota Maumere, Pulau Flores, Rabu (14/2/2018). 

*Laporan Wartawan Pos Kupang, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Sebuah karung plastik kumal ukuran 100 Kg berada di kepala Mikael Natut (47). Ujung karung itu diikat sehingga bisa menahan ditaruh di bagian dahinya dan sebuah karung kecil dipegang di tangan kanannya.

Membawa beban sekitar 30-40 kg, Mikael tampak ngos-ngosan berjalan dari ujung utara ruas Jalan El Tari di Kelurahan Kota Uneng, Kabupaten Sikka, Kota Maumere, Pulau Flores, Rabu (14/2/2018).

Pria kelahiran Mombok, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, hanya satu dari sekian puluh pria dan wanita dewasa dan anak-anak di Kota Maumere melakoni profesi memulung.

Para pemulung kebanyakan kaum pria dan wanita dewasa bisa disaksikan di waktu pagi dan menjelang sore di seantero Kota Maumere. Mereka berada di sisi jalan membawa karung kumal mengisi barang bekas terutama gelas-gelas plastik.

"Banyak pekerjaan jadi buruh harian, tapi hanya dikasih Rp 60.000/hari. Kebutuhan hidup makin banyak, harga beras dan minyak goreng terus naik, saya terpaksa jalani pekerjaan ini," ujar Mikael.

Baca: Yohana Minta Semua Sekolah Baik Swasta Maupun Negeri Haris Komit Soal Penerimaan Siswa Baru

Baca: Lima Paslon Sudah Tandatangan Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara

Mikael domisili di lahan milik orang di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng, Kecematan Alok, telah berada di Kota Maumere sejak 17 tahun. Ia memilih memulung karena kemudahan mendapatkan uang setiap hari.

Harga gelas bekas air minum kemasan yang telah dibersihkan bagian plastik penutupnya Rp 7.000/kg. Sedangkan gelas minum ringan jenis lainnya sekitar Rp 2.000/kg.

"Kalau kita kerja rajin, jalan cari keliling kota pagi dan sore, bisa dapat Rp 70.000-Rp 100.000/hari. Memang capek dan kami terlihat kotor tapi ini saja pekerjaan yang mudah dapatkan uang," ujar Mikael.

"Saya juga tidak mau kerja begini, tapi saya tidak punya kertrampilan kerja yang lain. Kalau tidak kerja begini, saya dan istri tidak bisa makan," ujarnya. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help