Mahasiswa Lembata Kupang Serukan Perdamaian untuk Yogyakarta

AMANAT Kupang menggelar aksi 1001 Lilin untuk aksi penyerangan di gereja Sta. Lidwina Bedog, Sleman Yogyakarta.

Mahasiswa Lembata Kupang Serukan Perdamaian untuk Yogyakarta
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Amanat Kupang sedang menggelar aksi 1.001 lilin di Taman Nostalgia, Senin (12/2/2018) malam. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS KUPANG. COM | KUPANG - Aliansi Mahasiswa Cinta Lembata (AMANAT) Kupang menggelar aksi 1001 Lilin untuk aksi penyerangan di gereja Sta. Lidwina Bedog, Sleman Yogyakarta.

Aksi 1001 berlangsung di Taman Nostalgia Kota Kupang, Senin (12/2/2018).

Koordinator Lapangan, Petrus Elias Buli, mengatakan Aksi ini dihadiri oleh sekiranya 90 orang.

Ia mengatakan AMANAT – Kupang, merupakan gabungan dari beberapa OKP lainnya yakni Angkatan Muda Mahasiswa Pelajar Asal Ile Ape (AMMAPAI) – Kupang, Solidaritas Keluarga Mahasiswa Pelajar Lebatukan (SOGAMATAN) – Kupang dan KMK Bunda Segala Bangsa FKIP UNDANA Kupang.

Ia mengatakan, aksi ini merupakan aksi perdamaian sebagai bentuk kepedulian kami kaum muda terhadap aksi penyerangan yang terjadi. Aksi ini, diwarnai dengan seruan moral dari beberapa orator, membacakan puisi, menyanyikan lagu kebangsaan dan diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap.

“Gerakan kami ini mau menghimbau kepada seluruh masyarakat di NTT maupun di Indonesia agar selalu menjaga kondisi yang ada agar selalu kondusif. Kita mengecam tindakannya saja bukan pada oknumnya”, ujar Elias.

Ketua Umum AMMAPAI – Kupang, Basilius Fransisko Hugu, mengatakan bahwa, Negara Republik Indonesia merupakan Negara yang plural, Negara yang majemuk, yang memiliki semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA, Berbeda – Beda Tetap Satu Jua.

"Namun, hari ini kami mempertanyakan ini. Dimanakah Negara berada? Apakah Negara sudah menjamin akan kebebasan Warga Negara dalam menganut kepercayaan akan agamanya? Jawabannya, TIDAK," pintanya.

Ia mengaku saat ini di Indonesia lemah mengatasi atau menangani aksi intoleransi.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help