PosKupang/

Ini yang Dibahas Tokoh Agama di Manggarai Timur

Soal tradisi masyarakat Matim melakukan permainan judi pada saat duka dan pengumpulan dana untuk biaya sekolah,Kapolres Cliff

Ini yang Dibahas Tokoh Agama di Manggarai Timur
aris ninu
PERTEMUAN -pertemuan Kapolres Manggarai,AKBP Cliffry Steiny Lapian bersama Vikep Borong,Romo Simon Nama,Pr di Aula Kevikepan Borong,Selasa. (13/2/2018) pagi. 

POS KUPANG.COM - Kapolres Manggarai,AKBP Cliffry Steny Lapian,SIK bersama Kasubdit 3 Intelkam Polda NTT, AKBP Kornelis Wajong dan Kasat Binmas, AKP Agustinus Janggu, Kasat Intel Iptu Mahfud, Iptu Teos Tulehere, Ipda Daut Rendebulu,Kanit Res Krim Polsek Borong Ipda,Tony. Ndapa,KBO Binmas, Aipda Eduardus Moen dan Kanit Binkamsa Aiptu Arkadeus Jakar menggelar pertemuan bersama tokoh agama (Toga) di Borong, Manggarai Timur, Selasa (13/2/2018) pagi dalam rangka meminta dukungan dalam rangka menciptakan situasi kondusif menjelang Pilgub dan Pilkada Matim.

Pertemuan yang. berlangsung di Aula Kevikepan Borong mengadakan silaturahmi dihadiri para toga antara lain Vikep Borong,Romo Simon Nama,Pr,Pastor Paroki Borong, Romo Yohanes Mastaram, Romo Erwin Pr dan Romo Ruben Pr dari Ordo Somaskan.

Hadir dalam pertemuan itu. Kaban Kesbang Pol Kab Matim, Agustinus Kabur.

"Adapun tujuan silaturahmi dan tatap muka dengan toga di Borong ini dalam rangka mempererat hubungan personal sekaligus mitra untuk menciptakan kamtibtibmas yang kondusifmenjelang Pilgub NTT dan Pilkada Matim," ujar Kapolres Cliff di Borong usai pertemuan di toga di Borong,Selasa (13/2/2018) siang.

Romo Simon Nama selaku Pastor Kevikepan Borong dalam pertemuan itu memberikan gambaran situasi pilkada dua periode sebelumnya berjalan aman.

Selain itu, Romo Simon menjelaskan,situasi perbatasan Kabupaten Ngada dan Matim di Desa Bakit, Kecamatan Elar Selatan,Matim.

"Masalah perbatasan perlu mendapat perhatian karena menjadi sumber gangguan,"ujar Romo Simon.

Soal tradisi masyarakat Matim melakukan permainan judi pada saat duka dan pengumpulan dana untuk biaya sekolah,Kapolres Cliff mengatakan,pihaknya dalam melakukan penindakan akan memperhatikan dampak buruk dan baiknya bagi masyarakat.

"Benar atau salah diukur dengan norma hukum sebagai pegangan yg paling tinggi,"papar Kapolres Cliff.

Soal umat di Matim adal 200 ribu org di semua paroki di kevikepan Borong yang ada 18 paroki.(ris)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help