Penyelesaian Konflik Tenurial Kawasan Taman Nasional Mencapai Kata Sepakat

Proses panjang pengembalian fungsi kawasan(TN) kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat akhirnya mencapai kata sepakat.

Penyelesaian Konflik Tenurial Kawasan Taman Nasional Mencapai Kata Sepakat
POS KUPANG/PETRUS PITER
Masyarakat menghadiri acara Penyelesaian konflik Tenurial kawasan Taman Nasional 

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU--Proses panjang pengembalian fungsi kawasan Taman Nasional (TN) Matalawa yang berbatasan langsung dengan Desa Modu Waimaringu dan Desa Rewarara di kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat akhirnya mencapai kata sepakat.

Baca: KPU NTT Undi Nomor Paslon, Esthon-Chris Nomor 1 Disusul Marianus-Emi, Harmoni dan Victory-Joss

Kepala Balai TN Matalawa Waingapu, Maman Surahman, S.Hut., M.Si menyampaikan hal itu dalam press realise yang diberikan melalui Humas TN Matalawa yang diterima Pos Kupang.Com, Selasa (13/2/2018).

Surahman mengatakan, proses penyelesaian dan mencapai kesepakatan itu berlangsung di Kantor Desa Rewarara kecamatan Wanokaka, Senin (12/2/2018).

Hadir dalam acara itu yakni Kepala Desa (Kades) Rewarara bersama aparat desa setempat dan juga Kades Modu Waimaringu beserta seluruh aparat desa, Kapolsek Wanokaka dan pihak TN Matalawa dan masyarakat dari kedua desa tersebut.

Baca: Kadinsos TTS Nikson Punya Cara Selesaikan Masalah Pria yang duduk di Tengah ruas jalan

Dalam proses penyelesaian tersebut, kata Surahman, diawali dengan pendekatan komunikasi yang intensif oleh petugas lapangan dengan mengikuti kondisi sosial budaya masyarakat.

Surahman menjelaskan, awal terjadinya permasalahan lahan tenurial kawasan adalah berupa penggunaan kawasan untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat melalui pengolahan lahan pertanian secara tradisional.

Mengingat proses tersebut berjalan turun temurun dan di khawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Baca: Mengenaskan! Janda Dua Anak itu Baru Setahun Dinikahi Lalu Keluarganya Dibantai Hingga Tewas

Baca: Harper Beckham Sedari Kecil Sudah Modis, Yuk Intip Penampilannya! Bikin Gemas

Pihak pengelola kawasan TN Matalawa mengupayakan pengembalian fungsi kawasan melalui pengembangan ekonomi produktif yaitu dengan memberikan bantuan ternak.

Menurut Surahman, penyelesaian permasalahan tenurial di dalam kawasan taman nasional melalui konsep pendekatan busaya dirasakan dapat menyelesaikan permasalahan kawasan.(*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help