PosKupang/

Pembangunan RS Pratama Boking-TTS diduga Menyimpan Masalah

dalam waktu dekat kami dari Araksi akan membuat laporan ke KPK di Jakarta meskipun PemdaTTS telah melakukan MoU dengan pihak Kejaksaan Negeri SoE

Pembangunan RS Pratama Boking-TTS diduga Menyimpan Masalah
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Ketua Araksi TTS, Alfred Baun, SH berbincang dengan anggota Araksi yakni Maci Selan, Dominggus Y Nomleni,Patrisia Taebenu, di RSUD SoE, Senin (29/1/2018) siang. 

POS KUPANG.COM, SOE - Araksi TTS menduga pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) TTS yang menelan anggaran Rp 17,4 miliar bermasalah. Jadwal kerja sudah selesai akhir tahun 2017 sementara dana sudah dicairkan 100 persen namun fisik belum 100 persen selesai dikerjakan.

Ketua Araksi TTS, Alfred Baun, S.H, saat dihubungi Pos Kupang, Senin (12/2/2018) sore, mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi lapangan. Hasilnya, dana sudah dicairkan 100 persen namun fisik bangunan belum 100 persen. Padahal jangka waktu pekerjaan sudah selesai akhir tahun 2017 lalu.

Araksi menduga terjadi kerugian negara dalam proyek itu. Karena itu, Araksi minta pihak kejaksaan segera mengusut dugaan proyek tersebut hingga tuntas. Bahkan Araksi menduga ada 'permainan' antara pihak Dinas Kesehatan dengan oknum tertentu.

Untuk itu, demikian Alfred, dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan data kepada KPK untuk bisa menangani kasus dimaksud.

"Terkait dugaan ini, dalam waktu dekat kami dari Araksi akan membuat laporan ke KPK di Jakarta meskipun PemdaTTS telah melakukan MoU dengan pihak Kejaksaan Negeri SoE untuk mengontrol dana proyek pembangunan namun kinerja Kejaksaan Negeri SoE belum optimal," kata Alfred.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Eirene Ate belum berhasil dikonfirmasi.

Saat dihubungi melalui whatsapp, Senin sore namun tidak ada balasans. (vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help