Mengurai Kematian Ibu dan Anak di NTT

Anak dan istrinya yang tercinta. Ia adalah seorang Jemsius Taneo, yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Binaus Timor Tengah Selatan

Mengurai Kematian Ibu dan Anak di NTT
liberationnews.org
Ilustrasi 

Selain itu dukungan organisasi juga berkontribusi kepada evektifitas kolaborasi antara lain; Sumber Daya Manusia (SDM), Fasilitas, Sumber Dana, Kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SPO).

Apabila petugas kesehatan di Puskesmas pada kasus diatas menjalankan prosedur SOP maka seharusnya sudah diberikan rujukan sehingga tidak terjadi penolkan pasien di level Rumah Sakit. Sebaliknya aspek kemnusiaan harus diterapkan di Rumah Sakit dengan melakukan penanganan terlebih dahulu dengan catatan berkas administrasi dilengkapi di kemudian hari.

Kunci sebenarnya ada pada pelayanan ANC di Puskesmas. Para ibu dengan risiko tinggi harusnya mendapat penanganan khusus dan segera mungkin dirujuk.

Menurut Hoang et al, 2012 Faktor lain yang juga berpengaruh pada kondisi kesehatan Ibu adalah tingkat sosial ekonomi masyarakat yang rendah, pendidikan yang kurang dan penyediaan lapangan pekerjaan yang tidak memadai.

Hal ini merupakan tugas tenaga kesehatan masyarakat bagaimana memberdayakan keluarga ini agar mereka sanggup hidup dengan derajat kesehatan yang lebih baik (Secara community).

Dalam menurunkan Angka Kematian Ibu diperlukan strategi yang efektif yaitu meningkatkan upaya kesehatan. Upaya kesehatan yang dapat diberikan adalah dengan kolaborasi interprofesinal dalam ANC terpadu.

Pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh satu jenis tenaga kesehatan saja, melainkan harus dilakukan oleh semua jenis tenaga kesehatan yang ada di sektor pelayanan kesehatan (Berkman, at al. 2013). Kolaborasi yang baik antara dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan masyarakat serta tenaga kesehatan lainnya akan memberikan kontribusi yang lebih baik.

Berdasarkan kajian ini, Tenaga Kesehatan dengan berbagai latar belakang profesi memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama lewat kolaborasi antar profesi dalam meningkatkan kualitas pelayanan ANC terpadu.

Pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative menjadi strategi hulu hilir yang perlu mendapatkan perhatian secara komprehensif, oleh para tenaga kesehatan dalam suatu kolaborasi yang baik, bagi penciptaan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Persoalan ini perlu diatasi untuk menciptakan tatanan masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas salah satu alternative pemecahannya dengan kolaborasi kompetensi antar profesi guna meningkatkan kualitas pelayanan ANC terpadu.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help