Koalisi Kerakyatan di Belu Tetap Berjuang Menangkan Paket MS-Emi

Koalisi Kerakyatan pendukung pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni menyebutkan penangkapan Calon Gubernur NTT musibah politik yang sangat keji.

Koalisi Kerakyatan di Belu Tetap Berjuang Menangkan Paket MS-Emi
POS KUPANG/EDY BAU
Koalisi Kerakyatan pendukung Marianus Sae-Emi Nomleni di Kantor Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Belu, Selasa (13/2/2018). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Koalisi Kerakyatan pendukung pasangan calon Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-EMI) menyebutkan penangkapan Calon Gubernur NTT yang diusung PDI Perjuangan dan PKB oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi merupakan sebuah musibah politik yang sangat keji.

Karena itu, koalisi yang terdiri dari DPC PDI Perjuangan Belu, DPC PKB Belu, Relawan Marhaen, Relawan Dasa Rai, Relawan Srikandi, Tim Keluarga dan Sahabat MS-Emi tetap berjuang untuk memenangkan pasangan calon nomor urut dua tersebut.

Demikian inti konferensi pers yang digelar koalisi kerakyatan di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu, Selasa (13/2/2018) sore.

Dalam konferensi pers tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan, Yohanes Juang membacakan siaran pers berisi lima point yang ditandatangani masing-masing komunitas.

"Berkenaan dengan musibah politik yang sangat keji yang telah menimpa Marianus Sae sebagai calon gubernur maka kami partai pengusung dan pendukung pasangan MS-Emi yang tergabung dalam barisan koalisi kerakyatan di Kabupaten Belu menyatakan sikap tetap berjuang bersama SM-Emi atau Marhaen yang telah ditetapkan KPU dan mendapatkan nomor urut dua," demikian salah satu point sikap yang dibacakan Yohanes Juang.

Sikap berikutnya, lanjut Yohanes, Koalisi kerakyatan tetap menjunjung tinggi proses hukum yang sedang berjalan dan mengajak seluruh masyarakat NTT khususnya di Kabupaten Belu untuk tetap menggunakan prinsip praduga tak bersalah.

"Bahwa karena itu kami yang sejak semula bersatu padu telah menetapkan hati, menyatukan tekad untuk memenangkan paket ini, tidak bergeser satu langkahpun, kami menatakan bahwa kami akan terus maju dan berjuang bersama untuk kehormatan dan martabat pasangan kami marhaen," kata Yohanes.

Koalisi ini juga mengajak semua pendukung dan simpatisan marhaen untuk tidak membiarkan seorang ibu berjuang sendiri, karena kita yakin bahwa bersama ibu kita berjuang bersama, bergotong royong membangun peradaban politik yang lebih baik di tanah air karena perempuan adalah sumber peradaban.

"Mengajak seluruh masyarakat Belu untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mengedepankan persaudaraan dan damai di antara sesama anak bangsa," pungkas Yohanes. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved