PosKupang/

Kadis Perindag Kota Kupang Berharap Perda Tera Ulang Disahkan

Terkait soal tera ulang, ini kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Yeri Padji Kana

Kadis Perindag Kota Kupang Berharap Perda Tera Ulang Disahkan
pos kupang
Kepala Dinas Perindustiran dan Perdagangan Kota Kupang, Jeri Padji Kana 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sesuai UU 23 kewenangan tera ulang sudah diserahkan kepada Kabupaten/Kota. Namun dalam pelaksanaannya belum ada payung hukum.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Yeri Padji Kana, mengatakan hal ini, kepada Wartawan, Senin (12/2/2018).

Ia menjelaskan, kewenangan sudah diberikan tapi untuk operasionalnya belum ada. Oleh karena itu, diusahakan Perda ini disahkan sehingga Dinas Perindag khususnya UPT bisa melaksanakan tugas tera untuk kepentingan masyarakat, agar masyarakat mendapatkan hak secara penuh.

Karena, kata Yeri, bisa saja pelayanan yang sekarang ini alat-alat tera tidak sesuai dengan hak masyarakat.

"Misalnya timbangan 5 kg, karena sudah mengalami penyusutan disebabkan usia, maka timbangan hanya ada 4,5 kg. Berapa yang dirugikan? Kita anggap alat itu pasti ada kalau tidak ditera, bagaimana pun barang pasti ada penyusutan," tuturnya.

Dinas Perindag Kota, lanjutnya, juga melaksanakan tera. Namun ada semacam retribusi yang diberikah oleh masyarakat, untuk kepentingan masyarakat juga.
"Tapi hasil itu tidak masuk dalam PAD melainkan masuk ke bantuan pihak ketiga. Mudah-mudahan dengan adanya Perda untuk tera ulang dan kalibrasi bisa dilaksanakan dengan baik. Kalau Perdanya sudah disetujui retribusi akan masuk ke PAD. Retribusinya bervariasi," ujarnya.

Tahun ini Pemerintah kota Kupang akan membangun Pasar Sehat.

Adanya Pasar Sehat tersebut pemerintah bisa memberikan pilihan kepada masyarakat kecil agar bisa mengakses kebutuhan pokok yang sehat dan organik.

"Kita harus ada pasar sehat yang masyarakat kecil bisa jangkau. Tahun ini pembangunan pasar sehat menggunakan dana DAK Rp 800 jutaan. Lokasinya dibangun di Oebobo. Agar bisa dijangkau masyarakat. Karena selama ini buah-buahan dan sayur-sayuran organik tidak bisa dijangkau oleh masyarakat kecil. Sebab itu hanya ada di supar market dan swalayan. Maka dari itu akan diadakan di Pasar Sehat," tuturnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help