Assesor BAN PT Lakukan Assesmen Lapangan untuk Akreditasi Undana

Ini penjelasan dari Rektor Undana Kupang terkait dengan kehadiran Tim Assesor Badan Akreditasi Nasional

Assesor BAN PT Lakukan Assesmen Lapangan untuk Akreditasi Undana
Pos Kupang/Gordi Donofan
Dosen Udana saat kedatangan tim assesor Badan Akreditasi Nasional 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG. COM | KUPANG - Tim Assesor Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) akhirnya melakukan Assesmen Lapangan Akreditasi Undana Kupang, Senin (12/2/2018).

Ini dalam rangka adanya upaya peningkatan status akreditasi Undana dari B ke A. Tim assesor terdiri dari Dr. Ir. Pratawa Budi, M. Sc (Univ Hasanudin), Prof. Dr. Muhmmad Zarlis, M. Sc (Univ. Sumatra Utara), Dr. Budhy Kurniawan, M. Si (Univ Indonesia ) Prof. Dr Sudarsono, M.Sc (ITB) dan Dr. Drs. Pramono Hari Adi, Ms (Univ. Jenderal Sudirman).

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D, menjelaskan, visi Undana pada tahun 2025 menjadi Perguruan Tinggi Berwawasan Global.

"Kami cukup menyadari tidak mungkin kami memenangkan persaingan global, kalau kami tidak berpijak pada keunggulan komparatif yang kami miliki," ujarnya.

Jika membuka peta Global, maka lahan kering berciri kepulauan hanya ada di tiga wilayah yaitu di Maluku Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karena itu, Undana menggunakan lahan kering kepulauan sebagai keunggulan komparatif.

"Kita berharap semua orang yang ingin belajar tentang lahan kering kepulauan, maka datang dan belajar di Undana," ujarnya.

Dijelaskan, Undana juga hendak mewujudkan good university governance dimana perubahan status dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU), mengharuskan penataan akademik, administrasi maupun keuangan.

Tujuannya adalah pelayanan kepada mahasiswa yang lebih baik. Visi ketiga adalah melakukan kesetaraan pendidikan dengan menetapkan program studi sebagai ujung tombak pelayanan.

Ia juga membangun pelayanan akademik dengan fokus pada lahan kering kepulauan dan pariwisata. Setiap tahun, di setiap fakultas dan lembaga harus selenggarakan seminar yang berciri pola ilmiah pokok vbaik nasional maupun internasional.

Ada mahasiswa internasional regular maupun non regular sekitar 100 orang lebih di Undana.

Kami juga kerjasama di Australia, tanpa mengabaikan kerjasama dengan universitas di belahan dunia lainnya. Masyarakat dan dosen bisa kembangkan iptek, kami bangun fasilitas laboratorium lahan kering kepulauan. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help