Sekjen PDIP Hasto Kristianto Pimpin Rapat Konsolidasi PDIP NTT Secara Tertutup

Pesan Megawati bahwa dalam hajatan politik pilkada di 10 kabupaten dan Pilgub NTT 2018, NTT harus menang besar.

Sekjen PDIP Hasto Kristianto Pimpin Rapat Konsolidasi PDIP NTT Secara Tertutup
POS KUPANG/EDY HAYONG
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto ketika menyampaikan pidato politik saat membuka kegiatan konsolidasi internal PDIP jelang pilkada dan pilgub NTT di Aula Gereja Elim, Naibonat, Kabupaten Kupang, Sabtu (10/2/2018). 

Hasto menjelaskan, pada tahun 2018 ini, hajatan politik paling besar adalah pilkada serentak. Khusus di NTT ada 10 kabupaten melaksanakan pilkada dan pilgub NTT.

Para pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP bersama partai koalisi adalah figur-figur yang memiliki komitmen kuat bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

Kehadirannya di NTT, kata Hasto, atas perintah dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk melakukan konsolidasi internal karena NTT merupakan basis PDIP yang kuat dan mengakar.

Hajatan politik yang akan diselenggarakan ini harus terlaksana dengan baik dan seluruh kekuatan baik dari DPP, DPD dan DPC saling gotong royong bekerja untuk menang.

Megawati meminta agar di NTT harus menang besar dan untuk mencapai itu seluruh kader jangan ragu-ragu berjuang memenangkan pasangan calon yang kini dijagokan.

Dirinya juga menyampaikan harapan dari Ketua Umum Megawati untuk persiapkan saksi sebaik mungkin, gerakan mesin partai dan rapatkan barisan dengan saling gotong royong

"Pesan Ibu Megawati supaya konsolidasi ke tingkat bawah terutama pengurus ranting dan anak ranting karena mereka yang menjadi ujung tombak di lapangan.Kerja gotong royong merupakan keharusan yang wajib dilaksanakan. Kita akan turunkan tokoh nasional dari PDIP untuk bantu kampanye di NTT selain Ibu Megawati juga kita hadirkan Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T (Walikota Surabaya), mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dan beberapa tokoh lainnya," kata Hasto.

Menurut Hasto, khusus paslon gubernur dan wakil gubernur NTT, pilihan jatuh kepada Marianus Sae dan Emilia Nomleni bukan asal memilih.

Megawati mengambil sikap terhadap kediu figur ini karena memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan amanah rakyat.

Figur Marianus merupakan sosok muda yang berprestasi, pemberani dan setia membela NKRI, sedangkan sosok Emilia merupakan figur seorang ibu yang merupakan sumber beradapan. Untuk itu, Megawati terus berpesan agar para kader dan simpatisan merapatkan barisan memenangkan pertarungan pilkada dan pilgub di NTT.

Halaman
123
Penulis: Edy Hayong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help