Perempuan Hamil di Kefamenanu Direkrut Dua Orang Perekrut Tenaga Kerja Ilegal

Ini penjelasan dari Kepala di Kabupaten TTU terkait dengan ulah para perekrut tenaga kerja ilegal yang berhasil ditangkap polisi

Perempuan Hamil di Kefamenanu Direkrut Dua Orang Perekrut Tenaga Kerja Ilegal
ilustrasi
Ilustrasi TKI 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Dua orang perekrut calon tenaga kerja ilegal berinisial R dan L diproses hukum oleh penyidik Polres TTU.

Keduanya merekrut calon tenaga kerja tanpa melengkapi dokumen ketenagakerjaan serta melanggar aturan Pemerintah Kabupaten TTU tentang moratorium pengiriman tenaga kerja asal TTU.

Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Nyoman Gede Arya mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Sabtu (10/2/2018).

Menurut Nyoman, polisi mengamankan kedua perekrut bersamaan dengan sembilan calon tenaga kerja di Terminal Kefamenanu, Jumat (8/2/2018).

Kedua perekrut itu membawa calon tenaga kerja dari Kaubele, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu untuk diberangkatkan ke Kupang dan selanjutnya ke Papua.

Jumlah calon tenaga kerja sembilan orang, laki-laki tujuh orang dan perempuan dua orang.

Menurut Nyoman, setelah diambil keterangan, kesembilan calon tenaga kerja dipulangkan ke alamatnya masing-masing.

Sedangkan kedua perekrut berinisial R dan L diamankan polisi untuk diproses hukum lebih lanjut. Kasus ini sedang ditangani penyidik bagian Tindak Pidana Tertentu (Tipiter).

Kasat Reskrim TTU, Iptu Nyoman Gede Arya
Kasat Reskrim TTU, Iptu Nyoman Gede Arya (Pos Kupang/Teni Jenahas)

Kepala Desa Oepuah, Lukas Usboko yang dikonfirmasi Pos Kupang mengatakan, ada sembilan orang warganya diberangkatkan dari kampung menuju Kefamenanu.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved