PosKupang/

ASTAGA! Dokter Jerman Klaim 100 Orang Meninggal Tiap Tahun Akibat Masturbasi

masturbasi yang berisiko dilakukan semua kalangan usia, tetapi sebagian besar korban adalah para pria

ASTAGA! Dokter Jerman Klaim 100 Orang Meninggal Tiap Tahun Akibat Masturbasi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

POS-KUPANG.COM--Seorang dokter forensik asal Jerman mengklaim sebanyak 80-100 orang warga negeri itu meninggal dunia setiap tahun akibat masturbasi.

Dr Harald Voss memperkirakan satu atau dua orang tiap satu juta penduduk meninggal dunia setiap tahun akibat teknik masturbasi yang berisiko.

Baca: Aksinya Meresahkan Para Kepala Desa di Malaka, Bupati Stef Minta Tak Usah Layani Wartawan KPK!

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Voss melanjutkan, sesak napas menjadi yang terbanyak membunuh pelaku masturbasi selain tersengat aliran listrik.

Baca: Mereka Bertemu Diam-Diam, Lee Min Ho Angkat Suara Soal Kabar Pacaran Lagi dengan Suzy

Namun, ujar Voss, sangat sulit untuk memastikan secara akurat soal jumlah korban tewas akibat masturbasi ini.

Sebab, kata dokter berusia 59 tahun itu, kerabat yang menemukan korban meninggal akibat masturbasi sering menyingkirkan barang bukti karena merasa malu.

"Jumlah kasus kematian seperti ini amat banyak dan nyaris semua tak dilaporkan," kata Voss 

Ilustrasi
Ilustrasi (boldsky.com)

Voss menambahkan, secara pribadi dia hanya menemukan lima kasus tewas akibat masturbasi sepanjang 30 tahun kariernya sebagai dokter forensik.

Baca: Ini Kata Peneliti Loh! Karier Anak Bisa Ditentukan Dari Bulan Kelahiran Si Kecil, Penasaran?

Dia melanjutkan, jika polisi menemukan sebab kematian murni sebagai kecelakaan, di mana korban ditemukan bugil, terdapat materi pornografi di lokasi kematian, tak ada surat bunuh diri, dan ada cermin di dekat korban, maka jenazah itu tidak dikirim ke bagian forensik.

ilustrasi
ilustrasi (THINKSTOCK)

Baca: Siapa Nih yang Hobi Minum Kopi? Wah! Sesekali Coba Yuk Ritual Ngopi Paling Unik di Dunia Berikut Ini

Voss melanjutkan, masturbasi yang berisiko dilakukan semua kalangan usia, tetapi sebagian besar korban adalah para pria.

"Sebab, perempun jauh lebih berhati-hati saat melakukan masturbasi," tambah Voss. (*)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help