Ayah Kandung Yang Mencabuli Anaknya Sendiri Kini Dikejar Polisi di Kefamenanu

Ini penjelasan pihak kepolisian terkait dengan kasus pencabulan dan dugaan pemerkosaan yang terjadi di Kabupaten TTU

Ayah Kandung Yang Mencabuli Anaknya Sendiri Kini Dikejar Polisi di Kefamenanu
Pos Kupang/Teni Jenahas
Kasat Reskrim TTU, Iptu Nyoman Gede Arya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Dua saksi kunci masing-masing JH dan BEB kini masih dikejar polisi di Kefamenanu.

JH merupakan saksi kunci kasus kematian Fransiska Maria Seran alias Ikha Seran yang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri di kamar kosnya di kompleks BTN.

Sedangkan BEB adalah ayah kandung korban yang diduga mencabul anaknya lebih dari satu kali.

Hingga kini, aparat kepolisian Polres TTU masih mencari keberadaan kedua orang tersebut.

Kapolres TTU, AKPB Rishian Krisna Budiaswanto melalui Kasat Reskrim Iptu. Nyoman Gede Arya mengatakan hal itu kepada Pos Kupang saat dikonfirmasi, Rabu (7/2/2018).

Menurut Nyoman, polisi masih mencari keberadaan kedua saksi JH dan BEB.

Menurut Nyoman, sesuai informasi yng dilacak menggunakan satelit, saksi JH diperkirakan berada di Kupang.

Polisi sudah mencarinya di Kupang namun sampai saat ini belum ditemukan.

"Kita cari menggunakan bantuan polisi di daerah lain dan kita juga pakai petunjuk satelit. Kapan hari sesuai petunjuk satelit dia ada di sekitar Kupang, tetapi anggota ke sana tidak ditemukan," kata Nyoman.

Polisi juga terus berupaya mencari saksi BEB yang diduga sebagai pelaku pencabulan anak kandung.

Saksi BEB ini diinformasikan berada di Atambua Kabupaten Belu. Selama ini, polisi sering melakukan pencarian namun tidak ditemukan di lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pencarian.

Menurut Nyoman, kasus kematian Ikha Seran masih dalam penyelidikan polisi. Polisi belum menghentikan penyelidikan karena dinilai belum tuntas.

Hal serupa juga dengan kasus pemerkosaan anak kandung. Kasus itu masih dalam penyelidikan dan saksi kuncinya masih dikejar polisi. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help