Ratusan Hektar Tanaman Jagung di Perbatasan RI-RDTL Porak-Poranda

Setelah mengetahui terjadi bencana angin puting beliung, Bupati Belu Willy Lay meminta kepada warganya untuk melakukan hal ini

Ratusan Hektar Tanaman Jagung di Perbatasan RI-RDTL Porak-Poranda
Istimewah
Bupati Belu saat mendatangi lokasi bencana 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Ratusan hektar tanaman jagung milik warga perbatasan RI-RDTL tepatnya DI Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu porak-poranda diterjang angin puting beliung pekan lalu.

Terkain kejadian ini, Bupati Belu Willybrodus Lay telah turun langsung meninjau lahan yang terkena dalam bencana tersebut.

Camat Lakmaknen Selatan, Yustinus Loko Bau kepada Pos Kupang, Selasa (6/2/2018) mengatakan, dari laporan yang masuk, tercatat luas yang terkena bencana 595,2 hektare dari luas tanam keseluruhan 1.778 hektare atau sekitar 33.47 persen dan tersebar di delapan desa.

"Pak Bupati sudah tinjau langsung di Desa Dirun dan Desa Sisi Fatuberal pada tanggal 31 Januari lalu," ujarnya.

Bupati Belu dan rombongan saat mendatangi lokasi bencana di Lamaknen belum lama ini
Bupati Belu dan rombongan saat mendatangi lokasi bencana di Lamaknen belum lama ini (Pos Kupang/Edy Bau)

Saat meninjau tanaman warga, lanjut Camat, Bupati Willy meminta agar Dinas Pertanian dan hortikultura agar segera menyiapkan benih pengganti untuk jagung yang terkena bencana dengan komoditi yang lain seperti kacang hijau dan kacang merah bagi petani.

"Beliau juga mengajak masyarakat untuk meribah pola tanam dari tanaman umur pendek seperti jagung dengan tanaman umur panjang seperti kopi," jelasnya.

Sedangkan dirinya sebagai Camat, tambah Loko Bau mengatakan, bahwa gagal panen sudah pasti akan terjadi bagi warga yang akan berujung pada masalah rawan pangan.

Untuk itu diminta kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan bantuan penanganan darurat dari cadangan Beras Pemerintah.

"Juga pemerintah kecamatan sangat mendukung gagasan yang disampaikan pak bupati agar lahan yang terkena bencana ini bisa dimanfaatkan untuk komoditi kacang hijau karena curah hujan masih sangat cukup untuk beberapa bulan ke depan," pungkas Camat Loko Bau. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help