Kabar Gembira bagi Atlet, Beginilah Komitmen Pemerintah Terhadap Prestasi Olahraga

Bahkan tidak sedikit orangtua yang meminta anaknya untuk tidak boleh menjadi atlet karena tidak ada jaminan masa depan

Kabar Gembira bagi Atlet, Beginilah Komitmen Pemerintah Terhadap Prestasi Olahraga
ISTIMEWA
Gubernur NTT yang juga Ketua Umum KONI NTT Frans Lebu Raya (kanan), penyerang timnas U-22 Yabes Roni (ketiga dari kiri), Ketua Harian KONI Andre Koreh, dan pengurus Johni Lumba di ruang kerjanya gubernur, Rabu (6/9/2017). 

Oleh: Dr. Johni Lumba
Staf Pengajar UKAW Kupang

POS KUPANG.COM -- Menjadi seorang atlet atau olahragawan tidaklah mudah. Harus korbankan waktu, tenaga, biaya, sekolah, kuliah, perasaan bahkan terkadang masa depan menjadi hal yang sudah biasa bagi mereka. Ada juga yang tak sanggup menjadi atlet karena harus membantu orang tua atau lebih memilih sekolah, kuliah dan kerja.

Bahkan tidak sedikit orangtua yang meminta anaknya untuk tidak boleh menjadi atlet karena tidak ada jaminan masa depan, lebih baik sekolah atau kuliah daripada menghabiskan waktu untuk berlatih.

Suami mantan pelari asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Martha Kase ketika diwawancarai oleh wartawan salah satu TV swasta beberapa tahun lalu mengatakan demikian. "Anda boleh bangga menjadi atlet nasional dan membela Merah Putih serta Garuda, tetapi jangan sekali-kali Anda melupakan masa depan".

Ungkapan ini membuktikan bahwa ketika mereka mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional mereka dielu-elukan, namun setelah tidak menjadi atlet berprestasi lagi mereka diabaikan atau dilupakan begitu saja.

Penulis sering mengatakan kepada para atlet dan mahasiswa bahwa "ingatlah prestasi olahraga dibatasi oleh usia." Oleh sebab itu jangan sekali-kali mengabaikan pendidikan, pelatihan, kursus, diklat atau apapun yang mampu menunjang keterampilanmu di masa depan ketika prestasi sudah harus berhenti karena usia yang tak mendukung.

Contoh petinju asal Ambon Maluku Ellyas Pical. Dia menjadi juara dunia dengan kemampuan alamiah dan luar biasa, tetapi kurangnya pendidikan akhirnya masa depannya hampir sirna. Untunglah masih banyak orang yang memiliki hati yang mulia sehingga Elly bisa angkat dan bekerja di kantor KONI Pusat Jakarta.

Sejumlah atlet andalan asal Provinsi NTT juga pernah mengambil sikap tegas. Ketika mengharumkan nama NTT di kancah nasional bahkan internasional mereka memperoleh penghargaan berupa uang, rumah, dan pekerjaan. Namun, ada yang sama sekali tidak.

Sebut saja Ferry Subnafeu, Yules Pulu dan lainnya. Ketika pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta mereka untuk bergabung dengan perjanjian yang jelas yaitu pekerjaan maka akhirnya mereka hijrah dan saat ini mereka sudah bahagia karena telah diangkat menjadi PNS di provinsi tersebut.

Pekerjaan, rumah, uang dan sejumlah pernghargaan lainnya sudah mereka terima dan kebahagiaan itu mereka alami sampai kini.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help