Dokter Spesialis Anak RSU Johannes Kupang Raih Doktor dengan Predikat Cum Laude di Unair

Simplicia Maria Anggrahini meraih gelar doktor setelah lulus ujian disertasi di Unair Surabaya, Kamis (1/2/2018).

Dokter Spesialis Anak RSU Johannes Kupang Raih Doktor dengan Predikat Cum Laude di Unair
ISTIMEWA
Dr. Simplicia Maria Anggrahini, dr. SpA didampingi suami, Dr. dr. Hyronimus Fernandez, M.Kes, dan diapiti Dr. Idawati Trisno, dr. M.Kes (kiri) dan Dr. Wanti, SKM, M.Sc (kanan). 

Kedua, budaya perawatan kehamilan terbukti masih ada dalam lingkungan masyarakat, tetapi tidak secara signifikan mempengaruhi FHLOC ibu. Faktor itu lebih dipengaruhi oleh faktor pengetahuan tentang kehamilan dan faktor karakteristik ibu.

Ketiga, FHLOC ibu tidak berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kepatuhan pada budaya perawatan kehamilan tradisional, karena variabel persepsi pengendalian perilaku yang lebih berperan.

Berdasarkan kesimpulannya, Dr. Simplicia pun memberikan enam saran. Tiga di antara saran tersebut adalah pertama, pembelajaran tentang pengetahuan kehamilan dan tumbuh kembang janin pada anak SMA, saat rekoleksi sekolah dan atau memanfaatkan media sosial.

Kedua, mewajibkan penyampaian materi tentang pengetahuan kehamilan dan tumbuh kembang anak pada setiap kursus calon pengantin atau persiapan perkawinan.

Ketiga, mendorong ibu sehingga memiliki FHLOC dominan internal dengan mengoptimalkan kelas ibu hamil dan buku KIA sebagai sumber pengetahuan tentang kehamilan, persalinan dan tumbuh kembang anak.

"Saya akan berusaha mengoptimalkan kelas ibu hamil dan kursus persiapan perkawinan," ungkap nenek satu cucu di hadapan penguji.

Disertasi Dr. Simplicia diapresiasi para penguji. Menurut Dr. Ahmad Suryawan, dr., SpA(K), dokter pada RSUD Dr. Sutomo Surabaya dan dosen pendidikan spesialis Unair penelitian ini merupakan sebuah terobosan menarik. "Alternatif cerdas memecahkan masalah kesehatan dengan pendekatan budaya," kata Dr. Ahmad yang pernah menjadi dokter Inpres dan dokter Spesialis di NTT.

Dr. Ahmad pun memberikan apresiasi atas semangat belajar dan semangat juang Dr. Simplicia. Selain menjadi mahasiswa program doktor, dr. Simplicia juga mengikuti program pendidikan dokter spesialis II (Konsultan) dalam bidang tumbuh kembang anak.

"Dokter Simplicia ini sekolah rangkap tiga. Dia dokter, doktor dan menjadi calon Konsultan Spesialis Tumbuh Kembang Anak Pertama di NTT," katanya.

Ujian disertasi Dr. Simplicia dihadiri beberapa tokoh dan pejabat dari NTT. Tampak Prof. Dr. Alo Liliweri MS yang menjadi salah seorang penguji.

Tampak pula beberapa undangan akademik seperti dr. Stef Bria Seran, M.Ph., Bupati Kabupaten Malaka, Dr. Thomas Ola, Wakil Bupati Kabupaten Lembata dan drg. Dominikus Mere, Direktur RSUD Prof. W.Z. Yohanes Kupang. Selain itu juga para mahasiswa pasca sarjana asal NTT di Unair dan beberapa kampus lain di Surabaya.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved