Waduh! Masih Ada Warga Sumba Nekad Nyebrang ke Bima Pakai Perahu Motor

Aneh benar! Meskipun otoritas pelabuhan weekeloh larang untuk nyebrang, warga tetap melakukan seperti ini

Waduh! Masih Ada Warga Sumba Nekad Nyebrang ke Bima Pakai Perahu Motor
Pos Kupang/Petrus Piter
Perahu motor tonase kecil yang sudah siap berlayar menuju Bima, NTB. Kapal tersebut mengangkut penumpang dan 3 ekor kuda 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Akibat cuaca buruk berupa angin kencang, gelombang tinggi serta hujan deras yang melanda Sumba Barat Daya selama sebulan terakhir ini mengakibatkan kapal feri rute Weekeloh, SBD, NTT menuju Bima, NTB berhenti beroperasi.

Kejadian itu berlangsung selama dua pekan terakhir ini. Untuk mengatasi keadaan itu, warga terpaksa menggunakan perayu motor untuk melakukan penyeberangan.

Biasanya, kalau cuaca baik, waktu tempuh sekitar 3-4 jam sampai Bima, NTB. Tetapi kalau cuaca buruk, waktu perjalan lebih lama lagi.

Dua penumpang yang ditemui pos kupang di Pelabuhan Weekeloh, Rabu (31/1/2018) yakni Ruslan dan Amir, mengaku terpaksa menggunakan kapal ketinting karena ingin berbelanja barang jualan di Bima, NTB.

Menurut Ruslan, terpaksa berlayar menggunakan kapal ketinting karena stok jualan berupa sayur-sayuran, buah-buahan, telur dan lain-lain mulai menipis akibat kapal feri tidak berlayar selama dua pekan terakhir ini.

Sedangkan Amir mengaku mengantar kuda ke Bima, NTB. Tidak ada pilihan mengangkut kuda dan satu-satunya harus menggunakan kapal bertonase kecil ini.

Keduanya mengaku sudah biasa menggunakan perahu motor seperti ini bila cuaca memburuk seperti sekarang.

Pelaksana harian kepala kantor penyelenggara pelabuhan Weekeloh, Antonius Langkamau di kantornya, Rabu (31/1/2018) mengaku, pihaknya tidak pernah memberikan ijin berlayar perahu motor berlayar pada cuaca buruk seperti ini.

Apalagi perahu kecil itu tidak diperkenakan mengangkut penumpang. Perahu motor tersebut hanya mengangkut barang.

Namun kenyataan masih ada saja perahu motor nekad melakukan penyeberangan. Sebagai lembaga teknis yang mengelola pelabuhan Weekeloh telah berulang kali menghimbau para pemilik perahu motor untuk tidak melakukan penyebarangan pada saat sekarang karena cuaca buruk.
Karena itu bila terjadi sesuatu menjadi resiko sendiri. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help