Kapal Bantuan Untuk Koperasi Mina Perikanan Nangadhero, Nagekeo Rusak

Dana yang dikucurkan pemerintah kabupaten Nagekeo miliaran rupiah untuk membeli kapal. Ini nasib kapal bantuan tersebut

Kapal Bantuan Untuk Koperasi Mina Perikanan Nangadhero, Nagekeo Rusak
Pos Kupang/Adiana Ahmad
Kapal motor pool and line berkapasitas 20 GT bantuan Pemda Nagekeo tahun 2014 lalu (kiri ) berlabuh di Pantai Nangadhero. Meain kapal tersebut rusak berat dan tidak dapat dimanfaatkan lagi. Gambar diambil Rabu (31/1/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | MBAY - Masih ingat tiga unit kapal pool and line bantuan Dinas Perikanan Kabupaten Nagekeo ke Koperasi Mina Perikanan Nangadhero tahun 2014 lalu? Setelah lama menghilang, tiga unit kapal itu kembali muncul dengan kondisi memprihatinkan.

Tiga unit kapal yang menghabiskan dana miliaran rupiah uang negara itu rusak berat.

Satu kapal 10 GT dijadikan penampung ikan oleh Nelayan di Nangadhero bernama Abidin, satu kapal berkapasitas 20 GT hancur di tangan nelayan Pamana, Kabupaten Sika bernama Samsul Bahri dan sudah tiga bulan berlabuh di Pantai Nangadhero.

Satu lagi berkapasitas 30 GT yang sebelumnya hancur ketika dikelola Haji Alwan kini disewakan ke pengusaha di bidang perikanan di Kabupaten Flores Timur.

Seorang nelayan di Nangadhero bernama Juandi yang ditemui pekan lalu, mengatakan, kapal pool and line berkapasitas 20 GT itu pernah dikelola olehnya pada saat masa pemeliharaan. Hasilnya, Rp 120 juta dalam sembilan hari.

"Saat itu, ada rumpon dari pemerintah. Dalam sembilan hari pemasukan sampai Rp 120 juta. Uang itu diserahkan ke rekanan karena kapal masih dalam masa pemeliharaan. Setelah diserahkan ke Pemda Nagekeo, dihibahkan ke koperasi perikanan. Dari koperasi perikanan disewakan kepada nelayan di Maumere," kata Juandi.

Ia mengatakan, jika dikelola dengan baik, pemasukan dari satu kapal pool and line bisa mencapai Rp 10 juta per hari.

"Pertanyaan kita, mengapa kapal itu tidak dikelola oleh nelayan di sini. Padahal untuk dapatkan itu kapal, nelayan Nagekeo yang dijual," kata Juandi.

Ketua Koperasi Perikanan Nangadhero, H.Ibrahim Yusuf yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (31/1/2018), membenarkan ketiga unit kapal tersebut dalam kondisi rusak berat.

Halaman
123
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help