Sidang Penganiayaan Jaksa, Oknum Pol PP Firmus Koli Berupaya Pegang Bahu Angraeni

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan ini dipimpin majelis hakim PN Atambua, Mohammad Reza Latuconsina, Gustav Bless dan Fausi.

Sidang Penganiayaan Jaksa, Oknum Pol PP Firmus Koli Berupaya Pegang Bahu Angraeni
pos kupang/edy bau
Delapan terdakwa penganiayaan terhadap jaksa mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Atambua, Senin (29/1/2018). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Delapan orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap dua jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Atambua, Senin (29/1/2018).

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan ini dipimpin majelis hakim PN Atambua yakni Mohammad Reza Latuconsina, Gustav Bless Kupang dan Fausi.

Bertindak sebagai jaksa penuntut umum (JPU), Dany Agusta Salmon dan seorang jaksa lainnya.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Dany Agusta menyebutkan penganiayaan terhadap dua orang jaksa yakni Charles Hutabarat dan David Manulang ini berawal dari aksi anggota Pol PP yang berusaha menggoda pegawai Kejari Belu atas nama Putri Angraeni Siahaan yang saat itu bersama dua jaksa menghadiri acara sambut baru di rumah salah satu pegawai kejaksaan yang suaminya adalah Sekretaris Satpol PP Belu, Heribertus Mau Tes.

Saat itu, demikian dakwaan, Putri Angraeni mendatangi jaksa David Manulang untuk memberitahukan bahwa dirinya diganggu oknum Anggota Satpol PP.

Pada saat itu pula, Jaksa David melihat anggota Pol PP atas nama Firmus Koli sementara berjalan mengikuti Angraeni dan berupaya memegang bahu Angraeni.

Melihat hal tersebut, Jaksa David lantas menegur Firmus Koli dengan mengatakan tidak sopan melakukan hal tersebut karena pada saat itu Firmus sedang berseragam Pol PP dan Angraeni pun sedang berseragam pegawai Jaksa.

Teguran Jaksa David itu ditanggapi Firmus dengan mendekati lalu menjambak rambut Jaksa David sembari mengatakan, "Santai saja bro."

Mendapat perlakuan tersebut, lanjut JPU, jaksa David langsung berdiri dan mengatakan tidak boleh menjambak rambutnya seperti itu.

Halaman
12
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved