Saat Raker Provinsi IPSI NTT Gelar Pelatihan Pelatih

seorang pelatih harus memiliki ilmu melatih, punya metode melatih dan kepribadian sebagai seorang pelatih

Saat Raker Provinsi IPSI NTT Gelar Pelatihan Pelatih
Ferry Ndoen
Ketua Umum IPSI NTT, Ir. Andre W Koreh, MT dan Ketua Harian IPSI NTT, Dr. Johni Lumba, MPd 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM,KUPANG - Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI NTT pada pertengahan bulan Februari 2018 akan menggelar pelatihan pelatih tingkat pemula. Kegiatan ini bagian dari rapat kerja provinsi (Rakerprov) IPSI NTT yang menjadi agenda tetap guna membahas berbagai program kerja.

Ketua Umum (Pengprov) IPSI NTT, Ir. Andre W Koreh, MT melalui Ketua Harian IPSI NTT, Dr. Johni Lumba, MPd, dihubungi, Senin (29/1/2018) mengatakan, pelaksanaan Rakerprov IPSI NTT tahun 2018 diikuti pelatihan pelatih tingkat pemula.

"Rakerprov penting karena IPSI NTT memahami prestasi atlet tidak semata-mata lahir karena bakat alam, atau bukan semata di bawa sejak lahir. Namun prestasi atlet untuk tahap sekarang ini harus dibuat dan dirancang seorang pelatih yang mahir dan profesional yang mengusai dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) keolahragaan," jelas Johni.

Menurut Johni, pelatih bertugas untuk melatih atlet agar nantinya bisa berprestasi. Oleh sebab itu, seorang pelatih harus memiliki ilmu melatih, punya metode melatih dan kepribadian sebagai seorang pelatih.

"Berkaitan ilmu melatih maka sebagai seorang pelatih hendaknya memahami ilmu-ilmu apa saja yang dapat digunakan dalam melatih seorang atlet. Sebagai contoh, pelatih harus tahu bagaimana melatih fisik, teknik taktik dan mental atlet. Selanjutnya, dari sisi mental yang berkaitan dengan psikologi olahraga seperti apa dan sebagainya. Demikian juga bagaimana mendesain metode latihan yang tepat sehingga para atlet nantinya dapat berlatih sesuai dengan iptek keolahragaan," jelasnya.

Dari sisi kepribadian, lanjut Johni, tentu IPSI NTT ingin agar para pelatih harus memahami nilai-nilai kejujuran sebagai seorang pelatih. Jika dalam melatih seorang pelatih tidak jujur mengunakan iptek keolahragaan untuk melatih atlet maka atlet akan sulit meraih prestasi.

Oleh sebab itu, Ketum Pengprov IPSI NTT, Andre Koreh meminta Ketua Harian IPSI, Johni Lumba agar secepatnya melaksanakan rakerprov dilanjutkan pelatihan pelatih.

"Data jumlah pelatih pemula secara kuantitatif belum ada namun sekarang sedang mendata kualifikasi pelatih pemula sampai pelatih berlisensi nasional. Untuk materi raker kami menunggu waktu rakernas sehingga bahan rakerns juga akan kami sosialisasikan di rakerprov," kata Johni Lumba

Untuk materi pelatihan pelatih, lanjutnya, sudah disiapkan baik berkaitan dengan ilmu melatih, cara melatih dan kepribadian sebagai seorang pelatih silat yang profesional

"Tujuan akhir dilaksanakan program ini agar ke depan IPSI NTT bisa meloloskan atlet silat NTT sebanyak mungkin ke Pra PON tahun 2019 dan loloskan atlet sebanyak mungkin bertanding di PON XX/2020 di Papua," harap Ketum IPSI NTT.

Ketua panlak Rakerprov IPSI NTT, Dr. Johny Kiuk, MPd, dihubungi kemarin mengatakan rencana rakerprov tanggal 17-18 Februari 2018. "Kita rencana pertengahan Februari namun ada penundaan jadwal Rakernas IPSI tanggal 19 Januari. Bahan rakernas menjadi acuan sehingga kebijakan pengurus pusat IPSI bisa disosialisasikan di rakerprov. Kita tetapkan siapkan bahan rakerprov sambil berkonsultasi dengan pak Ketum Pengprov IPSI NTT,"pungkasnya. (fen)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help