Petani TTU Cemas Jagung Tidak Berbuah

Gara-gara hujan disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir ini, para petani jagung kuatir

Petani TTU Cemas Jagung Tidak Berbuah
Pos Kupang/Teni Jenahas
Jagung yang sedang berbunga di TTU 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Para petani di Kabupaten TTU merasa cemas dengan jagung yang mereka tanam bakal tidak berbuah maksimal karena dampak dari angin kencang.

Angin kencang disertai hujan yang melanda wilayah TTU sejak Minggu (28/1/2018) itu merusak tanaman jagung.

Warga Mamsena, Rosalia Muti kepada Pos Kupang, Selasa (30/1/2018) mengaku cemas karena jagung di kebunnya banyak yang rusak akibat diterpa angin kecang selama beberapa hari.

Meski pohon jagung tidak patah namun bunga jagung banyak yang jatuh karena diterpa angin kencang.

Rosalia memiliki kebun jagung sekitar 20-an are. Kondisi jagung saat ini sudah berbunga dan ada sebagian yang mulai berisi.

Sesuai pengalaman mereka, ketika angin kecang muncul disaat jagung masih berbunga maka jagung tidak berbuah maksimal.

"Kalau angin begini terus, jagung tidak buah. Banyak bunga jatuh semua," kata Rosalia.

Hal senada disampaikan warga Naiola Timur, Lorens Abi dan Magdalena Baun. Mereka mengatakan, banyak pohon jagung yang patah akibat angin.

Kalau sudah patah seperti itu, jagung tidak berbuah maksimal. Apalagi bunganya sudah rusak ditiup angin.

Lorens dan Magdalena hanya berharap pada alam. Jika angin sudah berhenti maka pohon jagung yang lain masih ada harapan untuk berbuah bagus.

Mereka masih merasa bersyukur karena tidak semuanya rusak. Jagung yang rusak biasanya di pinggir-pinggir kebun, sedangkan yang di bagian tengah kebun masih berdiri tegak. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help