Rekayasa Sakitnya Setya Novanto dan Officium Nobile Profesi Advokat

Hakekat pembelaan bukannya membenarkan yang salah atau membebaskan yang bersalah melainkan meluruskan yang tidak benar

Rekayasa Sakitnya Setya Novanto dan Officium Nobile Profesi Advokat
TRIBUNNEWS
Ketua DPR yang juga tersangka kasus korupsi e-ktp Setya Novanto menggunakan rompi oranye tiba di gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/11/2017) dini hari. 

Oleh: Pieter Hadjon, S.H., M.H.

Advokat berkantor di Graha S.A. Office Building Lt. 3 Ruang 309,
Jl. Raya Gubeng No. 19-21 Surabaya, Telp. (031) 5018790, Fax. (031) 5040295

POS KUPANG.COM -- Seorang advokat yang benar tidak akan menyuruh kliennya untuk berbohong, juga tidak meminta kliennya untuk tidak mengakui perbuatan pidana yang didakwakan, apabila benar si klien adalah pelakunya.

Hakekat pembelaan bukannya membenarkan yang salah atau membebaskan yang bersalah melainkan meluruskan yang tidak benar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penerapan hukum.

Seperti tindak pidana pembunuhan berencana yang diatur dalam pasal 340 KUHP dengan pembunuhan yang diatur dalam pasal 338 KUHP, ancaman pidana dalam delik pembunuhan berencana adalah pidana mati atau pidana seumur hidup atau paling lama 20 (dua puluh) tahun, sedangkaan delik pembunuhan yang diatur dalam pasal 338 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara.

Perbedaan yang mencolok ancaman hukuman pidana antara kedua delik pembunuhan tersebut sehingga perlu interpretasi yang tepat dan benar dari seorang penasihat hukum tentang fakta perbuatan terdakwa dan penerapan pasal agar tidak keliru dalam penerapan hukum pada saat dijatuhkan putusan.

Delik pembunuhan berencana diawali dengan tindakan persiapan sebelumnya seperti dari rumah pelaku sudah menyiapkan senjata tajam untuk membunuh, namun apakah setiap delik pembunuhan yang sebelumnya pelaku sudah membawa senjata tajam dari rumah selalu diklasifikasikan sebagai pembunuhan berencana?

Ini tugas dari seorang penasihat hukum untuk berargumentasi karena membawa senjata tajam sebelum terjadi pembunuhan tidak mesti diklasifikasikan sebagai pembunuhan berencana, karena bisa saja pelaku membawa senjata tajam ada kaitan dengan pekerjaannya sehari-hari.

Selain itu tujuan pembelaan agar tidak terjadi error in persona atau kesalahan orang yang dihukum seperti yang pernah terjadi kasus Sengkon dan Karta yang sudah lama mendekam di penjara karena dihukum bersalah melakukan perampokan, ternyata mereka bukan pelakunya.

Peranan seorang advokat dan cara melakukan pembelaan advokat sangat menentukan nasib terdakwa.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help