PosKupang/

Cuaca Ekstrim, Wisatawan Dilarang Kunjungi Danau Kelimutu

Penutupan sementara obyek wisata andalan NTT tersebut, menyusul cuaca buruk yang terjadi di wilayah itu beberapa hari terakhir ini.

Cuaca Ekstrim, Wisatawan Dilarang Kunjungi Danau Kelimutu
POS KUPANG/EUGENIUS MO'A
Tim tour Daihatsu Terios 7 Wonders mejeng di bibir Danau Kelimutu, Ende, Flores, Jumat (20/5/2015). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Seksi Wilayah 1 Moni Taman Nasional Kelimutu Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Benediktus Rio mengatakan, pihaknya akan memberlakukan sistem buka tutup bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Kelimutu.

Menurut Rio, penutupan sementara obyek wisata andalan NTT tersebut, menyusul cuaca buruk yang terjadi di wilayah itu beberapa hari terakhir ini.

"Kita pakai sistem buka tutup, karena kondisi cuaca ekstrim di kawasan Taman Nasional Kelimutu, berupa angin kencang dan hujan lebat yang dapat mengakibatkan pohon tumbang. Ini tentu akan membahayakan wisatawan," ujar Rio, Senin (29/1/2018).

Baca: Waspada! 18 Rumah di Kebirangga, Ende Terkena Abrasi

Angin kencang disertai hujan lebat, sambung Rio, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Hal ini mengganggu aktivitas pariwisata dan mengakibatkan beberapa toilet serta shelter rusak.

"Untuk itu pihak Balai TNK (Taman Nasional Kelimutu) mengambil langkah buka tutup dan saat ini sementara kami tutup," katanya.

Jadwal penutupan kawasan wisata tersebut sudah diumumkan secara resmi melalui surat edaran yang dikeluarkan hari ini. Dari pantauan, wisata tersebut masih diterjang angin kencang dengan kabut disertai hujan.

Baca: Soal Perluasan Bandara Ende, Harus Tangkap Peluang Emas Ini

"Kemungkinan danau tidak bisa dilihat karena kabut tebal," ucapnya.

Rio pun meminta maaf kepada para wisatawan yang ingin berkunjung atas tutup buka ini.

"Tentunya kami akan memberikan informasi secepatnya apabila kondisi cuaca sudah membaik," pungkasnya.(Sigiranus Marutho Bere)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Cuaca Buruk, Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara

Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help