Tahun Ini Tidak Ada Pengangkatan PNS di Pemerintah Kota Kupang

Ini alasan dari Pemerintah Kota Kupang untuk tidak menerim PNS di tahun anggaran 2018

Tahun Ini Tidak Ada Pengangkatan PNS di Pemerintah Kota Kupang
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tahun ini, tidak ada pengangkatan dan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemkot Kupang. Hal ini disebabkan karena masih banyaknya tenaga PTT.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/1/2018), mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu banyaknya tenaga K2 yang belum diangkat dan sudah mengabdi selama bertahun-tahun.

Sementara jumlah honorer sangat banyak, sehingga menghambat pengangkatan PNS.

Kaya Jefri Pemerintah pusat akan mengangkat K2 menjadi PNS apabila tenaga honorer dikurangi atau dirasionalisasikan, dengan melihat dari tupoksi, dan kinerja setiap honorer dan dikaji oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

"Rasionalisasi yang dilakukan berdasarkan penilaian yang ada, penilaian kinerja, sikap dan disiplin, hal ini akan dilakukan oleh pimpinan masing-masing, yang nantinya akan dimasukan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk ditindaklanjuti," tuturnya.

Sisi lain, lanjutnya, Pemerintah tidak bisa serta-merta memberhentikan para tenaga honor. Karena melihat dari segi kemanusiaan, banyak tenaga honor yang menggantungkan hidup mereka dengan pekerjaan tersebut. Namin banyak k2 yang tidak bisa diangkat karena jumlah honorer belum bisa dikurangi.

Oleh karena itu, Pemerintah harus melakukan kajian untuk menemukan jalan keluar yang tepat.

Katanya, Pemerintah tidak serta-merta memberhentikan PTT.
"Kasian mereka bergantung dari pekerjaan itu. Kasihan anak istrinya. Tetapi di lain pihak kami tidak bisa menahan untuk mengangkat K2 menjadi PNS karena pengabdian mereka sudah sangat lama," tutupnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help