Agus Kagum Dengan Toleransi di Pondok Pesantren Walisanga Ende

Ini kesan dari Manager Social Investment PT Japfa Indonesia, Agus Mulyono terkait toleransi di Kabupaten Ende

Agus Kagum Dengan Toleransi di Pondok Pesantren Walisanga Ende
Pos Kupang/Romualdus Pius
Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad Menyerahkan Tumpeng Kepada Ketua Yayasan Ponpes Walisanga, Sitti Halimah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Manager Social Investment PT Japfa Indonesia, Agus Mulyono mengatakan, dirinya kagum dengan semangat toleransi dan persaudaraan yang dibangun di Pondok Pesantren Walisanga.

Menurut dia, toleransi yang ada di Ponpes Walisanga tidak sekedar basa-basi namun diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Pasantren.

Hal tersebut dikatakan Agus saat memberikan sambutan pada acara peresmian Masjid Asy-Syukur Pondok Pesantren Walisanga, Ende, Rabu (24/1/2018).

Agus mengatakan, ketika dirinya datang ke Pondok Pesantren Walisanga dirinya sempat diceritakan bahwa ada frater (calon imam-red) yang mengajar di Ponpes Walisanga.

Mendengar hal tersebut dirinya merasa penasaran dan berusaha ketemu yang pada akhirnya berhasil bertemu namun bukan lagi frater karena yang bersangkutan sudah menjadi imam.

"Tadi saya sudah ketemu dan berbicara banyak dengan imam yang dulunya adalah seorang frater yang pernah mengajar di Ponpes Walisanga,"kata Agus menceritakan pertemuanya dengan Pater Adi Uskenaf SVD.

Agus mengatakan, apa yang ditunjukan oleh pihak Pondok Pesantren Walisanga Ende adalah suatu hal yang sangat positif dalam membangun persaudaraan dan juga toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Menurut Agus, Pesantren adalah fondasi bagi terbangunnya semagat toleransi dan persaudaraan diantara sesama manusia.

Hal positif tersebut hendaknya dirawat agar semangat toleransi yang telah terbangun tidak luntur oleh ideologi yang menolak keberadaan toleransi.

Sementara Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad saat meresmikan masjid mengharapkan kepada para pembimbing pesantren agar pada setiap kesempatan pertemuan untuk terus memberikan pemahaman kepada para santri tentang keberagaman yang dimiliki.

"Tanamkan benar semangat toleransi kepada santri sehingga mereka benar-benar memahami bahwa kita yang ada di wilayah ini menghargai perbedaan yang ada sebagai sebuah kekuatan untuk membangun wilayah ini,"kata Wabup Djafar.

"Dalam setiap kesempatan, kami selalu membangun pemahaman kepada masyarakat bahwa perbedaan yang kita miliki bukan sebagai sumber perpecahan atau konflik, tetapi justru perbedaan yang kita miliki sebagai sebuah kekuatan dan kekayaan bagi kita untuk merajut kebersamaan dalam ikut serta membangun wilayah ini sesuai peran yang diemban,"ujarnya.

Wabup Djafar mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya masyarakat yang selama ini telah membantu dan mendukung dalam melaksanakan program-program pembangunan di wilayah ini dan pihaknya akan terus berupaya melakukan terobosan dan perubahan agar masyarakat lebih baik ke depannya selama masyarakat terus mendukung dan mempercayakan mereka untuk memimpin Kabupaten Ende.

"Harus dipahami bahwa keberhasilan suatu pembangunan dan keberhasilan membawa perubahan bagi daerah dan masyarakat apabila ada ketulusan dan keikhlasan serta kesejukan dalam membangun kebersamaan di tengah keberagaman yang ada,"ujarnya. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved