Serangan DBD Mengkhawatirkan Orangtua di Kabupaten Sikka

Selama bulan Januari 2018, serangan DBD di Kabupaten Sikka meningkat. Ini penjelasannya

Serangan DBD Mengkhawatirkan Orangtua di Kabupaten Sikka
Pos Kupang/Egy Moa
Spesialias anak RSUD dr.TC Hillers, dr.Maria Nara, SpA, memeriksa pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD dr.TC Hillers Maumere, Selasa (23/1/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dari nyamuk aedes aegypti kembali terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Sikka, Pulau Flores menciptakan kekhawatirkan kepada para orangtua.

Puluhan anak dari berbagai wilayah di Sikka, selama awal Januari sampai hari ini, Selasa (23/1/2018) dirawat di RSUD dr TC Hillers Maumere.

Di hari ke-23 tercatat 34 korban DBD, pada periode yang sama Januari 2017 sebanyak 24 kejadian.

Meski belum sampai merenggut nyawa, wabah penyakit bersumber dari nyamuk aedes aegypti menakutkan para orangtua. Bila terlambat mendapat pertolongan, korban bisa fatal.

Siti Norma, warga Dusun Nangarasong, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, 18 Km arah utara Kota Maumere, mengaku khawatir ketika cucunya mengalami panas, diikuti muntah dan badan lemah.

"Kejadianya, hari Rabu (17/1/2018). Sepulang sekolah, cucu saya (Claudius Moang Juang, murid Kelas V SDK Nangarasong), panas dan muntah. Kami bawa dengan ojek, sampai di tengah jalan dia muntah dan badan lemah. Kami langsung masuk rumah sakit," ujar Siti, mendampingi cucunya di bangsal anak RSUD dr.TC Hillers Maumere, Selasa (23/1/2018).

Ia bersyukur, kondisi Claudius telah mendekati pulih. Makan dan minum mulai normal dan trombositnya telah naik kembali.

Spesialias anak RSUD dr.TC Hillers, dr.Maria Nara, SpA, mengakui banyak pasien DBD yang dirawat sejak November 2017 dan terus meningkat penderitanya sampai Januari 2018.

Korban terbanyak anak-anak dan remaja diduga karena daya tahan tubuh yang masih lemah.

Menurut Mario, perubahan cuaca, hujan tinggi menciptakan banyak genangan air merupakan tempat berkembangbiak nyamuk aedes aegypti . Jenis nyamuk ini menyukai genangan air.

Mario menyarankan pencegahan di wilayah medan vektor nyamuk dengan melakukan tiga M pulus yakni menguras, menutup, mengubur dan ditambah menggunakan kelambu dan obat nyamuk.

"Kalau terjadi, gejala demam selama tiga hari disertai sakit kepala, nyeri tulang, sakit perut sampai muncul mimisan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan fisik dan darah apakah terserang DBD atau bukan," kata Mario.

Ia mengatakan, siklus munculnya DBD setiap musim hujan harus diwaspadai. Vector nyamuk aedes aegypti berkembang biak ketika ada genangan di musim hujan.

"Kami rawat pasien DBD ketika mulai musim hujan akan makin meningkat. Nanti pada bulan Maret dan April mulai menurun kasusnya," kata Mario. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved