Media Sosial dan Turbulensi Politik

Secara sederhana revolusi informasi ini termanifestasi dalam media sosial (medsos) yang kini menjadi jaring tanpa batas.

Media Sosial dan Turbulensi Politik
kieferpix
ilustrasi 

Oleh: Fransiskus Sabar
Mahasiswa STFK Ledalero, tinggal di Ritapiret

POS KUPANG.COM -- Sependapat dengan Alvin Toffler yang secara optimis-futuristik menegaskan bahwa maya kini memasuki gelombang ketiga revolusi peradaban yaitu revolusi informasi, setelah sebelumnya terjadi revolusi pertanian dan revolusi industri.

Secara sederhana revolusi informasi ini termanifestasi dalam media sosial (medsos) yang kini menjadi jaring tanpa batas.

Pada tataran global, kesaktian medsos dapat dilihat pada peristiwa sentimen-tendensius tumbangnya presiden Ukraina hanya karena sebuah status di medsos yang dibuat seorang jurnalis di facebook yang dilanjutkan seruan berkumpul di Lapangan Maidan di Kiev. Kemudian di Mesir juga medsos mengambil peran penting dalam ambruknya Presiden Husni Mubarak, 2011.

Di Rusia Presiden Putin memanfaatkan medsos sebagai sarana kampanye terselubung terhadap negeri tetangganya seperti Ukraina, Prancis, dan Jerman. Bahkan senat Amerika sempat memanggil perwakilan Google, Facebook, dan Twitter dalam kasus mengarahkan suara pemilih dan memecah belah masyarakat yang diduga melibatkan Rusia.

Dan, puncak kesaktian medsos dalam zona hangat politik dapat dipotret dalam referendum Brexit di Inggris yang secara efektif menggunakan jasa medsos untuk memasang iklan dan berujung pada kemenangan Donald Trump presiden Amerika Serikat yang memanfaatkan medsos dengan membuat 50.000-60.000 iklan yang berbeda di medsos, khususnya di facebook.

Sedangkan di Indonesia, kebolehan medsos dapat dirangkum dalam faktum miris pilkada DKI 2012, yang memuncak dalam pipres 2014, dan kembali memanas dalam pilkada DKI 2017 yang berujung pada jerujinya seorang Ahok yang dituding telah menistakan agama.

Tak dapat disangkal bahwa beberapa kesaktian dan kehebatan medsos di atas telah membuka pintu dan menjadi rahim lahirnya suatu era yang bernama pascakebenaran.

Turbulensi Politik

Harus diketahui bahwa sebagian besar penggunaan istilah era pascakebenaran merujuk pada dua momen politik akbar yang paling berpengaruh di tahun 2016 yaitu keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa (Brexit) dan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help