Sidang Klasis Kupang Tengah diarahkan memikirkan pola hidup spiritualitas keugaharian

Inilah sejumlah hal yang dibicarakan dalam sidang klasis Kupang Tengah, Kabupaten Kupang

Sidang Klasis Kupang Tengah diarahkan memikirkan pola hidup spiritualitas keugaharian
Istimewah
Para pendeta-pendeta Klasis Kupang Tengah berpose bersama seusai perjamuan kudus pada penutupan sidang Klasis Kupang Tengah, di Gereja Laharoi Tofa, Jumat (19/1/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG - 74 jemaat GMIT di lingkup Klasis Kupang Tengah melaksanakan Persidangan Majelis Klasis Kupang Tengah. Agenda yang dibahas dalam persidangan selain mendengarkan evaluasi pelayanan dan pelaksanaan program pelayanan Klasis tahun 2017.

Persidangan juga menetapkan program pelayanan lingkup klasis tahun 2018. Persidangan ini dilaksanakan di Jemaat Lahairoi Tofa terhitung tanggal 17 Januari hingga 19 Januari 2018.

Mengusung tema: "Pelayanan Bersama Kristus Kita Hidupi Spiritualitas Keugaharian Demi Keadilan Terhadap Sesama dan Alam Lingkungan".

Dalam persidangan diarahkan untuk memikirkan pola hidup spiritualitas keugaharian dan program-program pelayanan yang dilayangkan mengarah pada menghidupi spiritualitas.

Beberapa isu yang diangkat dalam persidangan diantaranya dorongan untuk jemaat-jemaat jujur dengan pelaporan keuangan supaya tercipta keadilan di dalam tanggungan jemaat-jemaat terhadap berbagai program dan tanggungan yang ditetapkan baik oleh Sinode maupun klasis.

Ada juga dorongan untuk masing-masing pendeta menempati rumah pastori yang disiapkan oleh jemaat.

Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Marselintje Ay-Touselak, pada acara pembukaan persidangan mengingatkan para pelaku pelayanan di Klasis Kupang Tengah yang bersidang untuk lebih fokus dalam memastikan perubahan pola hidup jemaat-jemaat agar masing-masing jemaat tidak memperkaya diri sendiri melainkan rela menjalani kehidupan yang sederhana dan mencukupkan diri demi memperkaya orang lain.

"Sub Tema Pelayanan Sinode GMIT tahun 2018 adalah bagaimana meningkatkan spiritualitas keugaharian. Oleh karena itu, jemaat-jemaat Kupang Tengah mesti ingat juga bahwa ada jemaat-jemaat di kampung-kampung yang juga harus mendapatkan keadilan yang sama dengan jemaat-jemaat di kota sehingga kata cukup adalah pernyataan bersama baik dari jemaat-jemaat kota dengan penerimaan yang besar maupun jemaat-jemaat desa dengan penerimaan minim," kata Pdt. Marselinje.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, Pdt. Gayus Polin, mengatakan bahwa persidangan kali ini berjalan dengan baik dan dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang ditetapkan.

Fokus program kali ini adalah perkunjungan Badan Pembantu Pelayanan Klasis dan Unit Pembantu Pelayanan ke Jemaat-Jemaat untuk perkunjungan pastoral.

Selain itu, lanjutnya, klasis juga akan melaksanakan beberapa pelayanan diakonia khususnya diakonia transformatif yang diharapkan menyentuh kebutuhan jemaat.

Diantaranya adalah bantuan stimulan bagi pelaku usaha kecil di 5 teritori yang ada dalam Klasis Kupang Tengah.

"Bantuan stimulan ini merupakan wujud tanggung jawab dari semua jemaat yang ada di Klasis Kupang Tengah," jelas Pdt. Gayus. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help