Ketua Yayasan Tantang Mahasiswa Uniflor Ende Lapor Dosen yang Jual Modul

Kepada para mahasiswa atau pihak lain yang mengetahui adanya oknum dosen yang menjual modul agar dilaporkan kepada yayasan.

Ketua Yayasan Tantang Mahasiswa Uniflor Ende Lapor Dosen yang Jual Modul
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Ketua Yayasan Uniflor, Laurentius Gadi Djou. 

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Dosen Uniflor Ende dilarang menjual modul kuliah kepada mahasiswa.

Apabila ada yang melakukannya, maka yayasan akan mengambil sikap tegas dengan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

Kepada para mahasiswa atau pihak lain yang mengetahui adanya oknum dosen yang menjual modul agar dilaporkan kepada yayasan.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) Universitas Flores, Laurentius Gadi Djou mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Sabtu malam (20/1/2018) di kediamannya ketika dikonfirmasi mengenai sikap yayasan terkait kemungkinan adanya oknum dosen yang menjual modul kepada mahasiswa.

Laurentius mengatakan bahwa tugas dosen adalah mengadakan modul untuk diberikan kepada mahasiswa, dengan catatan tidak untuk dijual kepada para mahasiswa.

Mahasiswa diberikan gratis oleh dosen lalu untuk pengadaannya tergantung pada mahasiswa itu sendiri dan diharapkan agar mahasiswa bisa memperbanyak modul untuk kepentingan mereka.

“Saya juga dosen, maka modul yang saya adakan saya berikan kepada mahasiswa. Silakan mahasiswa memperbanyak sendiri, namun modul tidak dijual,” kata Laurentius.

Laurentius tidak menampik bahwa ada oknum dosen yang secara diam-diam menjual modul kepada mahasiswa, namun pihaknya tidak memiliki bukti kuat untuk menangkap dosen yang menjual modul kepada mahasiswa.

Oleh karena itu, Laurentius berharap mahasiswa yang mungkin merasa menjadi korban dari adanya penjualan modul oleh oknum dosen agar melapor kepada yayasan untuk diambil tindakan.

“Kita tidak bisa bertindak hanya berdasarkan katanya atau dengar-dengar isu. Kalau hanya berdasarkan katanya, bisa-bisa kita yang disalahkan karena menuduh orang tanpa bukti yang kuat,” kata Laurentius.

Untuk itu, Laurentius meminta dukungan mahasiswa dan dosen juga pengurus yayasan agar mengungkap oknum dosen yang diketahui kerap menjual modul kuliah kepada mahasiswa guna diambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Laurentius mengatakan apabila ada oknum dosen yang diketahui menjual modul kuliah kepada mahasiswa yang didukung dengan bukti-bukti kuat, maka pihak yayasan akan memberikan sanksi mulai dari teguran lisan juga tertulis bahkan pemecatan.

Untuk itu, Laurentius meminta kepada dosen agar jangan coba-coba menjual modul kepada mahasiswa apapun alasannya karena hal itu memang tidak dibenarkan.

“Terkadang ada oknum dosen yang menghabiskan foto kopi modul Rp 10 ribu lalu dijual kepada mahasiswa seharga Rp 30 ribu padahal modulnya sangat tipis. Ini kan suatu hal yang sudah tidak benar,” kata Laurentius. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help