Dilanda Prahara 'Pecah', Kubu Daryatmo Tantang Kubu OSO Ungkap Data DPD dan DPC Musdalub

Kubu Daryatmo menyatakan bahwa penyelenggaraan Munaslub mendapat dukungan 27 DPD dan 401 DPC.

Dilanda Prahara 'Pecah', Kubu Daryatmo Tantang Kubu OSO Ungkap Data DPD dan DPC Musdalub
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/18.(Indrianto Eko
Ketua Umum Partai Hanura terpilih Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo (tengah) berfoto bersama Sekjen Sarifuddin Sudding (kanan) dan perwakilan DPD usai terpilih sebagai ketua umum pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura di kantor DPP Partai Hanura, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (18/1). Munaslub Partai Hanura yang dihadiri perwakilan dari 27 pengurus DPD se Indonesia tersebut mengukuhkan Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo sebagai ketua umum menggantikan Oesman Sapta Odang. 

POS-KUPANG.COM|JAKARTA--Wakil Ketua Umum Partai Hanura I Gede Pasek Suardika menilai, penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (munaslub) yang digelar kubu Daryatmo tidak memenuhi syarat dukungan untuk digelarnya munaslub.

Kubu Daryatmo menyatakan bahwa penyelenggaraan Munaslub mendapat dukungan 27 DPD dan 401 DPC.

Elite Partai Hanura Kubu Oesman Sapta Odang menggelar konfrensi pers terkait situasi terkini partai tersebut. Hadir di antaranya Waketum Hanura I Gede Pasek Suardika, Sekjen Partai Hanura Harry Lontung Siregar, Ketua DPD Hanura DKI Muhammad Sangaji dan pengurus Hanura lainnya dalam konfrensi pers di Hotel Manhattan, Jakarta, Kamis (18/1/2018).
Elite Partai Hanura Kubu Oesman Sapta Odang menggelar konfrensi pers terkait situasi terkini partai tersebut. Hadir di antaranya Waketum Hanura I Gede Pasek Suardika, Sekjen Partai Hanura Harry Lontung Siregar, Ketua DPD Hanura DKI Muhammad Sangaji dan pengurus Hanura lainnya dalam konfrensi pers di Hotel Manhattan, Jakarta, Kamis (18/1/2018). ((Kompas.com/Robertus Belarminus))

Pasek menantang pihak Daryatmo membuka data-data soal klaim dukungan tersebut.

"Karena ada yang klaim seperti itu, kami menawarkan mari kita buka ke publik, siapa 27 DPD itu, siapa namanya, bagaimana absennya, apakah ada tanda tangannya," kata Pasek, dalam jumpa pers di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Dengan demikian, lanjut Pasek, ketua-ketua DPD Hanura yang lain, seperti Ketua DPD Hanura Jawa Barat Aceng Fikri, Ketua DPD Hanura Jawa Tengah Bambang Raya Saputra, dan ketua DPD Hanura lainnya yang hadir di Hotel Manhattan bisa mengecek, apakah nama mereka dicatut oleh kubu Daryatmo.

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang di Kompleks Parlemen, Senayan, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/12/2017)
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang di Kompleks Parlemen, Senayan, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/12/2017) (KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

"Sehingga mudah kami verifikasi atau publik verifikasi apakah itu sekadar klaim politik biasa-biasa saja. Tapi kalau ada tanda tangan yang dipalsukan tentu ada implikasi yang berbeda," ujar Pasek.

 Mengacu pada dukungan 16 DPD untuk OSO, klaim kubu Daryatmo dipertanyakan. Sementara, kata Pasek, dukungan untuk OSO dari DPC berjumlah 260 dan akan bertambah.

OSO dipecat DPP Hanura.
OSO dipecat DPP Hanura. ((Foto: Lamhot Aritonang))

"Yang tercatat saja saat ini, karena ini dadakan, sudah ada 260 DPC dengan dokumen otentik menyatakan kesetiaan ke Bapak Oesman Sapta, dan ini masih berjalan," ujar Pasek.

Pasek mengaku sudah menanyakan soal ini kepada kubu Daryatmo. Akan tetapi, belum mendapatkan jawaban.

Wakil Ketua DPP Partai Hanura, Daryatmo memberi keterangan pada acara pelepasan tim safari lintas Sumatera, Sabtu (18/11/2017).
Wakil Ketua DPP Partai Hanura, Daryatmo memberi keterangan pada acara pelepasan tim safari lintas Sumatera, Sabtu (18/11/2017). (ISTIMEWA)

"Ini kami sampaikan ini sehingga bias-bias informasi tidak direkonstruksi menjadi sebuah kebenaran angka. Angka yang tidak benar direkonstruksi seakan-akan benar, itu angka-angka imaginer," ujar Pasek.

Baca: Setelah Video Hot & Suara Desahan, Kini Foto-foto Marion Jola Berbaju Pengantin pun Viral

Kini, Partai Hanura dilanda prahara yang memecah kepengurusan partai menjadi dua kubu yang berseberangan.(*)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help