Pilkada Ende

Terancam Tidak Gunakan Hak Pilih, 29 Ribu Warga Ende Diminta Segera Rekam E KTP

Sebanyak 29.991 warga masyarakat Kabupaten Ende diminta segera merekam KTP elektronik

Terancam Tidak Gunakan Hak Pilih, 29 Ribu Warga Ende Diminta Segera Rekam E KTP
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Desk Pilkada Kabupaten Ende Foto Bersama Usai Rapat, Senin (14/1/2018). 

 Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM|ENDE--Sebanyak 29.991 warga masyarakat Kabupaten Ende diminta segera merekam KTP elektronik.

Pasalnya hingga kini warga belum melakukan perekaman e-KTP sehingga terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam pelaksanaan Pilkada Bupati Ende maupun Pilkada Gubernur NTT pada Bulan Juni 2018.

Hal ini terungkap dalam pelaksanaan rapat Anggota Dukungan Elemen Satuan Kerja (DESK) Pilkada Kabupaten Ende yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Ende, Senin (15/1/2018).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Sekda Kabupaten Ende, Dr dr Agustinus G Ngasu, M.Kes terungkap bahwa salah satu masalah yang harus diselesaikan terkait dengan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Ende adalah soal data kependudukan.

Data yang didapatkan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ende menyatakan bahwa masih banyak warga yang belum merekam e-KTP padahal keberadaan e-KTP sangat penting dalam pelaksanaan Pilkada.

Terkait dengan warga yang belum merekam e-KTP Sekda Kabupaten Ende, Agustinus G Ngasu meminta kepada Dinas Kependudukan Kabupaten Ende agar gencar melakukan sosialisasi guna memotivasi warga agar segera merekam e-KTP.

Dinas Kependudukan ujar Agustinus diharapkan agar bisa memenfaatkan sumber daya yang ada seperti mobil keliling guna mengajak masyarakat untuk segera merekam e-KTP.

Camat Ende Tengah, Eman Taji mengatakan bahwa khususnya di Kecamatan Ende Tengah antusiasme masyarakat sebenarnya cukup tinggi untuk melakukan perekaman e-KTP.

Masalahnya alat atau server yang ada kerap mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi proses perekaman.(*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help