Pukul Anggota Panwascam, Anggota DPRD Malaka Sesalkan Tindakan Kades Bone Tasea

Vinsen Kehi Lau meminta Pemerintah Kabupaten Malaka untuk memberikan teguran dan pembinaan kepada Kades Edmundus.

Pukul Anggota Panwascam, Anggota DPRD Malaka Sesalkan Tindakan Kades Bone Tasea
POS KUPANG/DION KOTA
Anggota DPRD Malaka, Vinsen Kehi Lau 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM |BETUN - Anggota DPRD Malaka, Vinsen Kehi Lau mengaku prihatin dan menyesalkan tindakan arogan yang ditunjukkan Kepala Desa Bone Tasea, Edmundus Nahak, yang melakukan penganiayaan terhadap anggota Panwascam Weliman, Adrianus Manek.

Dirinya meminta Pemerintah Kabupaten Malaka untuk memberikan teguran dan pembinaan kepada Kades Edmundus.

"Terkait insiden yang melibatkan kepala desa Bone Tasea, saya selaku pimpinan partai dan anggota DPRD Malaka merasa prihatin. Tindakan yang ditunjukkan Kades Edmundus merupakan tindakan tidak mendidik dan arogan. "

"Hal tersebut seharusnya tidak perlu ditunjukkan oleh seorang kepala desa. Oleh sebab itu, saya meminta Pemerintah Kabupaten Malaka untuk memberikan teguran dan pembinaan agar perbuatan seperti itu tak perlu terulang lagi," ungkapnya saat dihubungi Pos Kupang via telepon, Sabtu (13/1/2018).

Terkait penyelesaian persoalan tersebut, lanjut Vinsen, dirinya berharap kedua pihak bisa menempuh jalur damai.

Apa lagi, Kades Edmundus sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara resmi kepada korban dan lembaga Panwaslu.

"Kita berharap kedua pihak bisa duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Saya juga berharap pihak Panwascam supaya melakukan perekrutan PPL sesuai mekanisme dan wewenang yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," ujarnya.

Anggota DPRD Malaka, Ronaldo Asury mengatakan tindakan yang ditunjukkan Kades Edmundus merupakan tindakan melanggar hukum dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Jika dalam proses perekrutan PPL dirasa ada yang janggal, seharusnya Kades Edmundus meminta klarifikasi kepada panitia, bukan bertindak arogan.

"Perbuatan Kades Edmundus sangat tidak dibenarkan. Dalam proses perekrutan PPL tentunya ada tata aturannya sendiri, termasuk di dalamnya indikator-indikator yang sudah ditetapkan. Jika memang peserta tidak memenuhi indikator ya, pastinya tidak lulus. Kalaupun ditemukan adanya kejanggalan seharusnya diklarifikasi," pungkasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved