Nikmatnya Sembilang di Matangkuli Aceh, Dicicipi Rakyat hingga Jokowi

Praktis, karyawan perusahaan tersebut menjadikan rumah makan itu sebagai pusat makan siang.

Nikmatnya Sembilang di Matangkuli Aceh, Dicicipi Rakyat hingga Jokowi
NET
Ikan Laut 

POS-KUPANG.COM|LHOKSUKON--Dahari, terlihat sibuk melayani pembeli di Rumah Makan Sembilang, di Desa Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (12/1/2018). Rumah makan berkonstruksi kayu itu sederet dengan toko lainnya.

Letaknya menghadap ke jalan line pipa, yang menghubungkan antara sentral pengolahan eksplorasi gas milik perusahan ExxonMobil (kini PT Pertamina Hulu Energi) ke jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh.

Gulai sembilang di Rumah Makan Sembilang
Gulai sembilang di Rumah Makan Sembilang ((KOMPAS.com/MASRIADI))

Rumah makan usaha keluarga itu didirikan sejak tahun 1995 lalu. Saat itu, orang tua Dahari mendirikan bisnis kuliner yang menemui puncak kejayaannya. Karena, ExxonMobil memiliki empat cluster pengolahan gas di area itu. Praktis, karyawan perusahaan tersebut menjadikan rumah makan itu sebagai pusat makan siang.

Meski saat ini, era gas telah berakhir, namun kejayaan rumah makan itu masih bertahan. "Dibanding dulu, tentu ramai dulu daripada sekarang. Saat ini, meski masih ramai. Tapi tidak seramai dulu," kata Dahari, penerus bisnis keluarga itu.

Pengunjung sedang menikmati makan siang dengan menu ikan sembilang di Rumah Makan Sembilang, Desa Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Jumat (12/1/2018).

Untuk mendapatkan ikan air payau itu, Dahari membelinya dari masyarakat di Pasar Lhoksukon dan Pasar Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Dia membina hubungan baik dengan pencari ikan air payau sejak lama.

Dalam sehari, dia menghabiskan 10 kilogram ikan air payau itu. Namun, Dahari tidak menutup kemungkinan pesanan dalam jumlah besar.

"Kalau reguler itu kita siapkan 10 kilogram. Ibu saya yang masak, sampai sekarang resep masakannya, bumbunya, masih di tangan ibu saya. Itu racikan khusus," terangnya.

Rasa ikan air tawar ini gurih dipadu padan santan, bawang, dan pedas nan menggelegar. Lemak santan itu menyatu dengan ikan nan lembut membuat rasanya semakin enak. Bahkan, pejabat daerah di Aceh dan Indonesia kerap berkunjung ke rumah makan itu.

Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembangunan Waduk Krueng Keureuto, di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, juga mencicipi ikan nan lezat itu. Presiden bahkan sempat memuji penganan yang sangat khas tersebut.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help