PosKupang/

Warga Baudaok Minta Kajari Belu Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Sejak Tahun 2015

Ada sejumlah kegiatan berupa pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) senilai Rp 120-an juta tidak tuntas dikerjakan.

Warga Baudaok Minta Kajari Belu Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Sejak Tahun 2015
POS KUPANG/EDY BAU
Warga Baudaok saat menyerahkan surat pengaduan kepada pegawai Kejaksaan Negeri Belu untuk diteruskan kepada Kajari Belu, Jumat (12/1/2017). 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA — Warga Desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Belu untuk mengadukan adanya dugaan penyalahgunaan dana desa Baudaok sejak tahun 2015, Jumat (12/1/2018).

Dua warga masing-masing Karolus Besin dan Leonardus Bele Bau mendatangi kantor Kejari Belu membawa serta surat pengaduan yang berisi sejumlah dugaan penyimpangan.

Dalam surat pengaduan setebal dua halaman tersebut, warga menduga ada unsur kerugian negara ratusan juta rupiah akibat pengelolaan dana desa yang tidak tepat oleh kepala desa setempat, Robertus Ulu.

Baca: Antara Anak Kandung dan Anak Tiri, Mencermati Dinamika Politik PDIP NTT

Ada sejumlah program yang dibiayai dengan dana desa di Desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat, namun tidak terealisasi sejak tahun 2015, antara lain pengadaan sapi sebanyak 17 ekor, per ekor Rp 5,5 juta, namun hingga saat ini hanya 15 ekor yang diadakan, kegiatan fasilitasi kegiatan desa siaga dan fasilitasi kegiatan PKK berupa pengadaan alat tenun dan pelatihan tenun ikat tidak pernah terjadi.

Berikutnya pada tahun 2016, ada sejumlah kegiatan berupa pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) senilai Rp 120-an juta tidak tuntas dikerjakan.

Baca: Biar Tak Salah Kostum, 10 Hewan Ini Dapat Membedakan Jenis Pakaian untuk Laki-laki atau Perempuan

Juga alat-alat permainan PAUD tidak terealisasi. Yang ada sekarang justru realisasi pengadaan alat-alat permainan PAUD dari alokasi anggaran tahun 2017.

Warga Baudaok saat menyerahkan surat pengaduan kepada pegawai Kejaksaan Negeri Belu untuk diteruskan kepada Kajari Belu, Jumat (12/1/2017).
Warga Baudaok saat menyerahkan surat pengaduan kepada pegawai Kejaksaan Negeri Belu untuk diteruskan kepada Kajari Belu, Jumat (12/1/2017). (POS KUPANG/EDY BAU)

Selain itu, ada kegiatan PKK, tenun ikat, fasilitasi kegiatan PAUD, fasilitasi kegiatan Karang Taruna, pengadaan alat kesenian berupa gong dan genderang, fasilitasi kegiatan desa siaga, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur.

Halaman
12
Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help