Terkait Kasus Pemukulan Anggota Panwascam, Kades Bone Tasea Minta Maaf

Kepala Desa Bone Tasea, Kabupaten Malaka akhirnya minta maaf kepada korban dan panwascam

Terkait Kasus Pemukulan Anggota Panwascam, Kades Bone Tasea Minta Maaf
Pos Kupang/Dion Kota
Nampak Kades Bone Tasea, Edmundus Nahak (memakai topi) sedang menjelaskan kronologi kasus penganiayaan yang dilakukannya kepada Kapolsek Weliman, Iptu Yusuf 

Lapora Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | BETUN - Kepala Desa Bone Tasea, Kecamatan Weliman, Edmundus Nahak meminta maaf kepada korban dan lembaga Panwaslu Kabupaten Malaka karena telah memukul anggota Panwascam Weliman, Adrianus Manek dengan menggunakan kursi.

Dirinya juga meminta maaf karena sudah melakukan intervensi dalam tahapan perekrutan PPL.

"Saya minta maaf karena sudah memukul korban. Saya jujur saya marah karena mengetahui warga saya satu-satunya yang mengikuti seleksi PPL, Kristina Hoar dinyatakan tidak lulus dan malah warga dari desa lain yang dinyatakan lulus. Padahal tahun-tahun yang lalu kami dari pihak desa diberikan ruang untuk merekomendasikan warga kami untuk menjadi PPL. Saya hari ini baru tahu kalau kami secara aturan sudah tidak diberikan ruang untuk merekomendasikan warga kami lagi. Saya minta maaf atas perbuatan saya tersebut," ujar Edmundus.

Ia mengatakan itu dihadapan korban, komisioner Panwaslu Kabupaten Malaka dan Kapolsek Weliman, Iptu Yusuf, S.H di Polsek Weliman, Jumat (12/1/2013) siang.

Sementara itu, Kapolsek Weliman, Iptu Yusuf mengaku sudah menerima laporan korban dan siap menindaklanjuti laporan tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku.

Namun, dirinya tetap membuka ruang kepada terlapor dan pelapor untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

"Sambil memberikan ruang untuk kedua pihak menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, kami dari pihak kepolisian tetap menindak lanjuti sesuai proses hukum yang berlaku. Kita akan memeriksa korban, saksi, terlapor dan juga turun ke TKP. Jika dalam 7 hari tidak ada penyelesaian secara kekeluargaan maka proses hukum akan dilanjutkan," ujar Yusuf. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help