Seperti Ini Penilaian DPRD NTT Soal Drainase di Kota Kupang

Ini yang dirasakan anggota DPRD NTT dari daerah pemilihan Kota Kupang soal pekerjaan drainase

Seperti Ini Penilaian DPRD NTT Soal Drainase di Kota Kupang
pos kupang
Ardi Kale Lena 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - DPRD NTT menilai pengerjaan Drainase di Kota Kupang terkesan asal jadi dan dengan perencanaan yang kurang matang. Seharusnya, pengerjaan jalan sudah menjadi satu paket dengan drainase.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT asal Daerah Pemilihan (dapil) Kota Kupang, Ardi Kale Lena, Jumat (12/1/2018).

"Saya lihat, strategi perencanaan yang kurang mapan termasuk perencanaan, sehingga banyak sekali draenase yang tersumbat bahkan menyebabkan air meluap ke badan jalan sehingga tergenang," kata Ardi.

Dijelaskannya, pengerjaan drainase juga seharusnya memperhatikan dampak secara teknis. Begitu juga dengan jalan-jalan dengan titik rawan terjadi genangan sudah harus diantisipasi.

"Kalau mau dibilang banyak jalan yang karena tidak ada drainase sehingga airnya tertampung di bandan jalan. Jika tidak ada saluran pembuangan, maka otomatis air tergenang di badan jalan," katanya.

Dia mengakui, pengerjaan drainase juga tidak sembarangan tetapi perlu diperhatikan soal tingkat kemiringan atau elevasi.

"Menurut pengamatan saya pembuatan drainase asal jadi. Ini juga kelemahan dari pemilik proyek yang tidak mengawasi saat pengerjaan," ujarnya.

Terkait adanya genangan di beberapa titik, ia mengatakan, perlu ada jaringan atau titik resapan yang dibuat sehingga pada saat hujan air permukaan yang mengalir itu tidak tergenang.

"Ini perlu jadi perhatian pemerintah, jangan sampai nanti adaa anggapan masyarakat banyak bahwa ada proyek," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help