Penutupan Pintu Air DI Malaka Selamatkan Terowongan

Operasi dan pemeliharaan pintu air Bendung Benenain harus mengikuti aturan.

Penutupan Pintu Air DI Malaka Selamatkan Terowongan
ISTIMEWA
CEK AIR - Aparat TNI, petugas dan petani sedang mengecek kondisi air di saluran irigasi Malaka yang masih sangat keruh, Selasa (9/1/2018) siang.

POS KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, menyesalkan kinerja petugas penjaga pintu air irigasi di Bendungan Benenain. Selama ini petugas tersebut bekerja sesuka hati dan jarang berada di tempat untuk mengawasi keadaan air.

Akibat buruknya kinerja penjaga pintu air, hingga saat ini lahan masyarakat belum bisa diolah karena ketiadaan air irigasi. Air yang seharusnya sudah bisa diairi untuk kebutuhan irigasi malah ditutup. Kita mau tegur juga tidak bisa karena dia diangkat pihak provinsi.

Menanggapi kekesalan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka itu, Kabid OP dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, Kamis (11/1/2018), mengatakan, operasi dan pemeliharaan pintu air Bendung Benenain harus mengikuti aturan.

Pada saat banjir dan setelah banjir, air yang dalam kondisi keruh dan masih bercampur sedimen, pintu inti tidak boleh dibuka tapi harus ditutup.

"Yang boleh dibuka adalah pintu penguras agar sedimen tidak masuk ke dalam saluran primer DI Malaka, dan untuk menjaga keamanan spion (saluran bawah sungai) DI Malaka yang panjangnya mencapai 850 meter menuju saluran DI Malaka kiri. Sebab kalau saluran itu tertimbun sedimen maka saluran itu tidak akan selamat alias tidak berfungsi selamanya," katanya.

Beni mengimbau agar saat hujan efektif ini masyarakat manfaatkan air hujan. Sedangkan air irigasi itu baru digunakan saat musim tanam kedua. Soal kinerja petugas kita selalu evaluasi dan kalau tidak sesuai ketentuan dia akan diberikan sanksi. (kas)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help