Kosmas Tagih Uang Tanah Translok pada Bupati Lembata dengan Jumlah yang Fantastis

Penagihan uang itu dilakukan langsung di kediaman Bupati Sunur di Kuma Resort Lewoleba, Kamis (11/1/2018).

Kosmas Tagih Uang Tanah Translok pada Bupati Lembata dengan Jumlah yang Fantastis
net
Ilustrasi: uang rupiah 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA – Kosmas Pekat, pemilik tanah translok di Desa Tewao Wutung, Kecamatan Nagawutun, menagih sisa uang pembayaran tanah translok langsung kepada Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur.

Penagihan uang itu dilakukan langsung di kediaman Bupati Sunur di Kuma Resort Lewoleba, Kamis (11/1/2018).

Baca: Wanita Ini Gemar Umbar Foto Perut di Instagram. Bukan Pamer Tapi Ini Tujuannya!

Saat itu, Kosmas datang bersama Kepala Desa Tewao Wutung, Isna Melting dan beberapa staf desa tersebut.

Kepada Pos Kupang, Kosmas menuturkan, pada tahun 2003, Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Kepala Dinas Nakertrans, Eman Lamabelawa, membangun lokasi translok untuk masyarakat Atadei yang tertimpa bencana.

Saat itu, lanjut dia, untuk lahan translok tersebut disepakati harga senilai Rp 92 juta. Setelah mengurus seluruh kelengkapan administrasi untuk dikirim kepada Pemerintah Provinsi (Pemprop) NTT di Kupang, pembayaran pun dilakukan.

Baca: Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang Tawarkan Kerja Sama Dengan Pemkab Flotim

Tahap pertama, tutur Kosmas, pemerintah membayar Rp 20 juta. Beberapa waktu berikutnya, dibayar lagi Rp 22 juta, sehingga total uang yang sudah diterima terkait pembebasan lahan translok itu senilai Rp 42 juta.

Setelah membayar uang Rp 42 juta tahun 2003, tutur Kosmas, sampai saat ini pemerintah tidak membayar lagi sisa uang Rp 50 juta tersebut. Padahal kurun waktu pembayaran sisa uang itu sudah 15 tahun terakhir.

Halaman
12
Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help