Ini Alasan Pemerintah Jajaki Pelayaran Lintasan Kupang-Timor Leste

Ini alasan mendasar kenapa pemerintah propinsi NTT mengharapkan ada pembukaan jalur pelayaran Kupang-Timor Leste

Ini Alasan Pemerintah Jajaki Pelayaran Lintasan Kupang-Timor Leste
ISTIMEWA
Marius Ardu Jelamu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah RI sedang menjajaki pembukaan pelayaran lintas RI (Kupang) - Timor Leste dalam rangka mendukung pembangunan pariwisata NTT.

Wacana ini sudah dibicarakan Pemerintah NTT dengan pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata ?Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardus Marius,M.Si, Jumat (12/1/2018).

Menurut Marius, saat pertemuan dengan Menko Maritim dan Menteri Pariwisata RI beberapa waktu lalu, sudah ada pembicaraan soal pembukaan pelayaran Kupang- Timor Leste.

"Saat ini sudah ada pembukaan slot penerbangan Kupang-Timor Leste. Kita masih usahakan Kupang-Darwin serta menjajaki pelayaran Kupang -Timor Leste," kata Marius.

Dijelaskannya, pelayaran itu jika dibuka, maka akan mendukung pergerakan wisatawan serta pembangunan wisata bahari akan menjadi fokus.

"Kami minta dukungan DPRD NTT dan juga DPR RI sehingga selain penerbangan Kupang-Timor Leste, juga ada Kupang- Darwin serta pelayaran Kupang- Timor Leste," katanya.
Dikatakan, pembukaan penerbangan dan pelayaran itu sangat memiliki prospek yang luar biasa, apalagi RI (NTT) berbatasan langsung baik dengan Timor Leste dan Darwin.

"Saat ini wisatawan dari Tokyo sudah bisa langsung Denpasar dan Labuan Bajo. Bahkan dari Singapura pun bisa lewat Timor Leste kemudian ke Kupang atau Denpasar," katanya.

Saat ini Bandara Komodo di Labuan Bajo, Mangarai Barat sudah menjadi bandara yang dapat melayani akses wisatawan mancanegara.

"Penerbangan NTT sudah terbuka, meski melalui Labuan Bajo menjadi sentral tapi juga daerah lain, sebab semua bandara saat mulai dibenahi dalam rangka mendukung pembangunan pariwisata NTT," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa saat pertemuan di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, Menko Maritim yang langsung memimpin dan yang dibahas salah satunya, pengembangan pariwisata NTT, khususnya di Labuan Bajo.

"Kita katakan, prioritas utama di Kota Labuan Bajo, maka ada juga daerah dukungan seperti di sejumlah wilayah di Flores, Timor, Sabu, Rote dan Sumba. Pembangunan pariwisata terpadu dan fokus, sehingga masyarakat dapat menikmati pembangunan pariwisata NTT," kata Marius.

Marius juga mengakui, pada tahun 2017 lalu, kunjungan wisatawan ke NTT sebanyak 122.000 lebih dan dari jumlah itu, wisatawan mancanegara sebanyak 73 persen. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help