Pilgub NTT

Bertemu Sesepuh DPIP Sikka BKH dapat Dukungan

Tak punya jagoan yang diandalkan oleh PDIP, Moat EP, sapaan EP da Gomez menyatakan dukungan kepada BKH diusung oleh Partai Demokra

Bertemu Sesepuh DPIP Sikka BKH dapat Dukungan
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Bakal calon Gubernur NTT. Beny Kabur Harman (batik) bertemu sesepuh PDIP Kabupaten Sikka di Pulau Flores, EP da Gomez, Jumat (12/1/2018) di Hotel Pelita Kota Maumere. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Euginius Mo'a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Bakal calon Gubernur NTT, Beny Kabur Harman (BKH) bertemu khusus dengan sesepuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) asal Kabupaten Sikka, E.P. Gomez (77), Jumat (12/1/2018) di Hotel Pelita Maumere.

Tak punya jagoan yang diandalkan oleh PDIP, Moat EP, sapaan EP da Gomez menyatakan dukungan kepada BKH diusung oleh Partai Demokrat.

"Saya punya perasaan yang kuat, Beni jadi Gubernur NTT akan datang. Untuk Sikka, Aleks Longginus harus jadi bupati dari PDIP. Dia pantas dan punya visi memimpin Sikka," kata Moat EP kepada wartawan dalam pertemuan dengan BKH.

Mantan anggota DPRD Sikka selama 23 tahun dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di masa pemerintahan orde baru dan PDIP hingga orde reformasi, mengaku sangat kecewa dengan putusan DPP PDIP mengusung balon Gubernur NTT bukan berasal dari kader PDIP.

Benny K Harman (BKH) diselendangi saat mengunjungi rumah adat Lalanggalu di Baranusa Alor, Minggu (12/11/2017)
Benny K Harman (BKH) diselendangi saat mengunjungi rumah adat Lalanggalu di Baranusa Alor, Minggu (12/11/2017) (POS KUPANG/GERARDUS MANYELLA)

Meski kecewa, Moat EP tidak akan keluar dari partai yang dibesarkannya itu.

"Saya tidak keluar dari PDIP. Tapi untuk kasus ini, saya harus berpikir lebih positif bagi banyak orang. Tidak berarti bahwa dulu, Pak BKH bukan tokoh diharapkan untuk NTT. Suasana waktu itu lain dengan kondisi saat ini," Moat EP beralasan.

Moat EP mengakui jamannya sudah lewat, tetapi bukan berarti ia berhenti berpolitik. Berpolitik tidak akan pensiun, ia hanya mengundurkan diri sementara dari perjuangan.

Benny K Harman saat mengunjungi Nihiwatu, Hotel terbaik dunia
Benny K Harman saat mengunjungi Nihiwatu, Hotel terbaik dunia (Istimewa)

"Pelacuran politik yang paling buruk, tidak berkenan dengan saya. Untuk kasus ini saya punya pilihan lain. DPP (PDIP) menetapkan calon yang menurut saya tidak dapat memuaskan daerah ini ke depan. Saya harus pilih orang yang saya kenal lebih baik. BKH saya sudah lama kenal," ujar Moat EP.

Ia mengakui tak meragikan kemampuan BKH sudah teruji di level nasional.

Kalau didatangi bakal calon Gubernur NTT,Marianus Sae? Moat EP menyatakan akan menerima.

Moat EP mengakui sudah tua dan tidak kuat lagi berjalan ke kampung-kampung. Pikirannya akan disampaikan kepada tim yang dipercayakan yang pada lima tahun lalu mengantar Frans Lebura Raya memipin NTT di periode kedua.

Ia telah mencermati dengan baik visi dan misi BKH membangun NTT lima tahun mendatang.

BKH mengaku sangat terhormat bisa bertemu Moat EP, politisi tua di Sikka dan NTT. Pertemuan ini, dikatakan BKH seharusnya berlangsung di kediaman Moat EP, namun tidak ada orang dilangsungkan di hotel.

"Saya dapat masukkan yang berharga. Apa yang harus saya lakukan untuk memenangkan pertandingan konstelasi politik di NTT. Saya percaya, tokoh sekelas Moat EP punya segudang pengalaman, pikiran, strategi sehingga niat baik saya menjadi Gubernur NTT tercapai," tandas BKH. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help