Warga Oesapa Barat Ditangkap Terkait Kepemilikan Narkoba

aat melakukan penggeledahan dan interogasi, YN mengaku mendapatkan shabu dari seseorang di Jakarta

Warga Oesapa Barat Ditangkap Terkait Kepemilikan Narkoba
POS KUPANG/EFLIN ROTE-
Direktorat Reserse Narkoba AKBP Nelson Filipe Dias Quintas memberikan keterangan kepada media terkait penangkapan kasus narkotika jenis shabu. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Eflin Rote

POS-KUPANG.COM|KUPANG- - YN (36) warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT atas kepemilikan 1 paket shabu. YN ditangkap di depan Ruko Lontar Permai, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada 27 Desember 2017 lalu.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTT, Kombes Pol Viktor T Sihombing mengatakan, sebelum menangkap YN, pihaknya mendapatkan informasi jika YN sering mengedarkan narkotika jenis shabu di wilayah Fontein - Kuanino. Saat melakukan penggeledahan dan interogasi, YN mengaku mendapatkan shabu dari seseorang di Jakarta.

"YN mengaku membeli shabu dari AG yang berada di Jakarta. Shabu tersebut lalu dikirim oleh AG melalui jasa pengiriman. Shabu tersebut dibeli seharga Rp 3 juta," ucap Kombes Viktor, Rabu (10/1/2018) di Lobby Mapolda NTT.

Kepada pihak kepolisian, YN mengaku sudah dua kali memesan barang haram tersebut. Setelah melakukan pengembangan, pada tanggal 4 Januari 2018 lalu, tim Reserse Narkoba Polda NTT melakukan pengembangan penyelidikan ke Jakarta. AG pun berhasil ditangkap di Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setia Budi, Kotamadya Jakarta Selatan.

Saat diinterogasi, Kombes Viktor melanjutkan, AG mengaku ia yang menjual 1 paket shabu tersebut kepada YN. AG mendapatkan shabu tersebut dari seorang bandar bernama KY didaerah Tebet, Jakarta Selatan.

"Tanggal 5 Januari 2018 tim melakukan undercover buy untuk membeli paketan shanu dari KY. Dan tim langsung melakukan penangkapan terhadap KY. Tim menemukan dua paketan besar narkotika jenis shabu dan 1 paket kecil shabu saat penggeledahan di rumah KY," lanjut Kombes Viktor.

Polisi akhirnya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini yakni YN (36) warga Kelurahan Oesapa Barat yang berprofesi sebagai wiraswasta, AG (37) warga Kelurahan Menteng Atas, Jakarta Selatan yang berprofesi sebagai karyawan dan KY (45) warga Tebet, Jakarta Selatan yang berprofesi sebagai buruh harian lepas.

Barang bukti yang diamankan berupa 4 paket narkotika jenis shabu seberat 30.6 gram, dua buah ATM BCA, 4 buah hape, 11 lembar struk pengiriman BCA dan uang berjumlah Rp 2 juta. Ketiga orang tersangka ini terancam hukuman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda Rp 8 miliar. Ketiganya disangkakan menggunakan pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (*)

Penulis: Eflin Rote
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved