Oknum PNS Dipenjarakan Bersama Istrinya Gara-gara Lakukan Hal Terlarang Ini

Terbukti ada oknum PNS beserta istrinya ditangkap dan diproses karena terbukti mengirim tenaga kerja ilegal

Oknum PNS Dipenjarakan Bersama Istrinya Gara-gara Lakukan Hal Terlarang Ini
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Trans Naker) Kabupaten Sumba Timur, Drs. Umbu Hapu Mbeju 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Meskipun selalu dilakukan sosialisasi untuk mencegah kasus pengiriman tenaga kerja ilegal atau human trafficking, masih ada saja oknum yang mengirim tenaga kerja ilegal di Kabupaten Sumba Timur.

Terbukti ada seorang oknum yang berprofesi PNS beserta istrinya ditangkap dan diproses karena terbukti mengirim tenaga kerja ilegal tanpa memiliki dokumen lengkap pada tahun 2017 lalu.

Baca: Pendaftaran Paket Harmoni Diwarnai Natoni dan Tarian Etnis

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Trans Naker) Kabupaten Sumba Timur, Drs. Umbu Hapu Mbeju menyampaikan hal itu ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (8/1/2018).

Umbu Hapu menjelaskahan, kedua pelaku tersebut telah dicobloskan ke tahanan kampung Bugis karena terbukti melakukan pengiriman tenaga kerja ilegal tanpa ada izin resmi.

Kedua tersangka tersebut, kata Umbu Hapu, ditahan oleh tim sejak awal tahun 2017 lalu karena kedapatan mengirim tiga orang tenaga kerja ilegal dari Sumba Timur.

"Saat itu, ketiga korban ini sudah sampai di Batam, dan di sana langsung dicegat oleh aparat keamanan. Kemungkinan ketiga korban ini mau diseludupkan ke Malaysia," kata Umbu Hapu.

Umbu Hapu mengatakan, yang menjadi biang kerok dari kasus ini adalah istri dari oknum PNS tersebut dan dibantu oleh PNS itu sebagai suaminya.

Baca: Lawan Pelecehan Seksual, Para Selebritis Kompak Kenakan Pakaian Ini di Golden Globes Awards 2018

"Kedua pelaku ini pemain lama, tapi ketahuan hanya tiga orang tenaga kerja saja yang dikirim kemarin," kata Umbu Hapu.

Umbu Hapu juga mengatakan, dengan belajar dari kasus tersebut, pihaknya yang tergabung dalam tim seperti dari Polres Sumba Timur, Sat Pol PP, dan Syahbandar terus melakukan sosialisasi, baik dari sekolah ke sekolah, di gereja dan masjid, begitu juga di saat Musrenbang desa dan Musrenbang Kecamatan agar mengawasi anak dengan baik, jangan sampai terpancing oleh kebohongan pelaku human trafficking dengan iming-iming gaji yang besar.

Baca: Saat Berkunjung ke NTT, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Dikalungi Kain Tenun

Apalagi, kata Umbu Hapu, pelakunya bukan hanya orang dari luar, tetapi juga datang dari oknum PNS.

"Harapan kita setelah kita sosialisasikan, mereka pulang dan wartawan ke keluarga dan masyarakat," harap Umbu Hapu.

Umbu Hapu menegaskan, jika ingin mengirim tenaga kerja harus mengikuti prosuder atau izin dan dokumen lengkap sehingga pemerintah bisa membantunya, selain tidak merugikan diri sendiri dan keluarga. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help