Bupati TTU Punya Alasan Kuat Soal Pengembangan Wisata Budaya dan Religi

Ini penjelasan dari Bupati TTU terkait dengan pengembangan pariwisata di daerah itu

Bupati TTU Punya Alasan Kuat Soal Pengembangan Wisata Budaya dan Religi
Pos Kupang/Teni Jenahas
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) akan menata lebih baik lagi potensi wisata budaya dan religi di Kabupaten TTU.

Pasalnya, potensi wisata ini sudah cukup banyak di Kabupaten TTU dan jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten TTU.

Hal itu dikatakan Bupati Raymundus Sau Fernandes kepada Pos Kupang, Kamis (4/1/2018).

Menurut Raymundus, selain wisata alam, pemerintah juga menata wisata budaya dan religi di tahun 2018.

Pemerintah akan menata rumah-rumah adat di beberapa tempat sebagai destinasi wisata, seperti rumah adat suku-suku di Biboki, Insana dan Miomafo.

"Di Maslete ada rumah adat milik Suku Sanak, di Noetoko ada peninggalan budaya, di Insana ada Sonaf, di Kiupasan dan Oelolok dan di Biboki ada Sonaf di Tamkesi," kata Raymundus.

Ia mengatakan, keberadaan rumah adat ini merupakan potensi besar dalam bidang pariwisata. Untuk itu pemerintah mulai menata di tahun 2018.

Selain wisata budaya, pemerintah juga mulai menata wisata religi, seperti budaya kure di Kote, Kecamatan Noemuti, gua Bitauni dan taman doa yang akan dibangun tahun 2018 di bukit Neonbat, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Sedangkan obyek wisata tanjung Bastian belum dikelolah secara optimal karena masih ada kendala teknis tentang status lokasi yang masih dalam kawasan hutan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU, Agustinus Kaesnube mengatakan, menata pariwisata budaya dan religi sudah dilakukan selama ini.

Bahkan pemerintah provinsi mendukung dalam anggaran pemeliharan rumah adat sebagai aset wisata budaya. Biaya pemeliharaan Rp 1,5 juta per bulan.

Ketiga rumah itu yakni, rumah adat Sarbabu di Kelurahan Upfaon, rumah adat Suku Nabu di Desa Tunbaen, Kecamatan Biboki Selatan dan rumah adat Suku Sanak di Maslete, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Kasenube mengatakan, di tahun 2018 ini dinas akan menata kembali sejumlah rumah adat dan ritual adat di Kabupaten TTU sebagai aset wisata budaya. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved