PosKupang/

Pasca Pemutusan Kerja Sama dengan RS Siloam, Pasien Rawat Jalan di RSU WZ Johannes Meningkat

Saat ini, pasien cuci darah di RSU Johannes mencapai 115 pasien dan menurut Domi sudah melebihi kapasitas.

Pasca Pemutusan Kerja Sama dengan RS Siloam, Pasien Rawat Jalan di RSU WZ Johannes Meningkat
hermina pello
Direktur RSUD Prof Dr . WZ . Johannes Kupang, drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes tanda tangan kerja sama dengan DPRD TTS yang diwakili Sekretaris DPRD TTS, Julius Taneo, Rabu (8/6/2016). 

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pasca pemutusan kerja sama antara BPJS Kesehatan dan RS Siloam Kupang berdampak pada penambahan jumlah pasien di Rumah Sakit Umum WZ Johannes Kupang.

Direktur RSU WZ Johannes drg Dominggus M Mere mengatakan, terjadi penambahan jumlah kunjungan rawat jalan.

Untuk pelayanan cuci darah, lanjut Domi, nantinya pasien di RS Siloam akan tetap menjalani proses cuci darah di RS Siloam. Hanya bedanya untuk segala bentuk administrasi RSU Johannes akan membantu untuk mengklaim.

"Kami ini kan rumah sakit pemerintah, jadi kami tetap membantu RS Siloam khususnya membantu melayani masyarakat," ujar dr Domi, Rabu (3/1/2018) di Kupang.

Saat ini, pasien cuci darah di RSU Johannes mencapai 115 pasien dan menurut Domi sudah melebihi kapasitas.

Jika ditambah lagi dengan pasien dari RS Siloam, maka tenaga medis pasien bisa kewalahan melayani pasien.

Untuk kasus-kasus emergensi, Domi melanjutkan, tetap akan dilayani RS Siloam. Akan tetapi pelayanan administrasinya tetap dilayani RSU Johannes.

Untuk pasien rawat jalan, Domi belum bisa memastikan berapa persen jumlah kenaikannya karena baru hari pertama.

BPJS Kesehatan memutus kerja sama dengan RS Siloam Kupang.

Kerja sama ini dilatarbelakangi banyaknya keluhan pasien BPJS Kesehatan terkait sistem pelayanan dan administrasi RS Siloam Kupang.

Banyaknya pasien yang menjalani rawat inap dan rawat jalan, membuat rumah sakit yang ada di kawasan Lippo ini kewalahan.

Sementara diberitakan sebelumnya, Direktur RS Siloam Kupang, dr Hans Lie menjelaskan pemutusan kerja sama ini bersifat sementara. Hal ini membuat pihaknya perlu meningkatkan sistem pelayanan dan administrasi BPJS Kesehatan. (*)

Penulis: Eflin Rote
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help