Menyedihkan, Mobil Ambulans Terjebak Lumpur, Ibu Hamil Dijemput Pakai Ojek

Kondisi ini masih dialami warga di daerah pelosok NTT. Simak berita berikut ini di Belu

Menyedihkan, Mobil Ambulans Terjebak Lumpur, Ibu Hamil Dijemput Pakai Ojek
Istimewah
Mobil ambulance terjebak jalan rusak 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Jalan rusak masih menjadi momok di beberapa wilayah Kabupaten Belu. Salah satu contoh, ruas jalan di Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Duabesi.

Kondisi jalan yang rusak parah menyebabkan mobil ambulans yang akan menjemput ibu melahirkan harus kandas terjebak lumpur.

"Kejadianya bulan Desember kemarin, Ambulance dari Laktutus menuju Dubesi mau jemput ibu hamil yang akan melahirkan tapi kandas di tengah jalan. Jadi petugas Puskesmas minta bantuan motor ojek antar ibu hamil dari Dubesi ke lokasi Ambulance tertahan. Ini sebuah ironi ketika pemerintah pusat sedang fokus membangun dari pinggiran," ungkap Anggota DPRD Belu dari daerah pemilihan Belu III, Stefanus Mau di Atambua, Kamis (4/1/2017).

Stefanus menggambarkan bagaimana ibu bidan dan perawat yang akan menangani pasien bersalin harus turun mengangkat batu dan pasir agar mobil ambulans bisa lewat dari jebakan lumpur.

Bidan juga ikut angkut batu di kali
Bidan juga ikut angkut batu di kali (Istimewah)

"Bidan dan perawat yang ikut serta dalam mobil ambulans berusaha mengangkat batu dan pasir agar mobil bisa keluar namun tidak bisa. Akibatnya, ibu hamil yang akan melahirkan dijemput menggunakan sepeda motor ojek," katanya.

Menurut politisi Nasdem ini, sangat disayangkan jika kondisi ini masih terus terjadi di wilayah perbatasan Negara RI-RDTL.

Ruas jalan yang rusak parah, lanjutnya merupakan jalan desa Dubesi menuju Ibukota Kecamatan Nanaet Dubesi, Puskesmas Laktutus dan menuju Gereja Paroki Laktutus.

"Jalannya sangat memprihatinkan dan menyiksa serta menyulitkan mobilitas masyarakat terlebih rujukan pasien yang sakit dan melahirkan.," ujarnya.

Lebih lanjutkan dikatakannya, dalam forum musyarawah pembangunan seperti musrembangdes, musrembangcam, musrembangkab ruas jalan ini sudah diusulkan menjadi prioritas nomor satu namun belum ada respon.

"Bahkan laporan hasil reses juga sudah sinkron. Hanya sampai sekarang belum ada tanda-tanda mau diintervensi oleh pemerintah," tegasnya.

Dijelaskannya, secara keseluruhan ruas yang masih rusak sekitar 12 kilometer dan enam kilometernya rusak parah.

"Tiap kali musim hujan pasti begini kenyataannya. Kita mendesak pemda segera tindak lanjut dan tidak hanya menjadi catatan yang disimpan tanpa aksi," pungkasnya. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help