Beginilah Kinerja Kejaksaan Negeri Ende Tangani Kasus Korupsi

Selama tahun 2017 lalu, kejaksaan negeri Ende telah berupaya menyelamatkan uang negara seperti ini

Beginilah Kinerja Kejaksaan Negeri Ende Tangani Kasus Korupsi
Pos Kupang/Romualdus Pius
Kajari Ende, Muji Murtopo, SH 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kerugian negara akibat tindakan korupsi di Ende pada tahun 2017 sebesar Rp 973.928.708 dan dari jumlah tersebut yang telah dikembalikan sebesar Rp 887.331.673.

Dengan demikian pada tahun 2017 Kejaksaan Negeri Ende telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 887.331.673.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Muji Martopo mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Kamis (4/1/2018) ketika dikonfirmasi mengenai keuangan negara yang berhasil diselamatkan oleh Kejaksaan Negeri Ende pada tahun 2017.

Kejari Muji mengatakan, uang yang berhasil diselamatkan oleh Kejaksaan Negeri Ende berasal dari pengembalian para pelaku tindak korupsi juga berasal dari denda yang diberikan oleh Pengadilan Tipikor kepada para pelaku tindak korupsi.

Uang yang dikembalikan oleh para pelaku tindak korupsi, katanya, selanjutnya distor kembali ke kas negara oleh pihak Kejaksaan Negeri Ende.
Sementara itu berdasarkan data yang diterima Pos Kupang dari Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Abdon Toh menyebutkan kerugian negara pada tahun 2017 sebagai akibat dari tindakan korupsi masing-masing berasal tindakan korupsi di Kantor Dinas PU Kabupaten Ende masing-masing dengan terdakwa atas nama, Ir L.Y Mario sebesar Rp 113.858.000 serta yang dikembalikan sebesar Rp 113.858.000 dan denda Rp 50 Juta.

Selain itu berasal dari terdakwa Gabriel Pande dengan kerugian Rp 96.900.000 dan yang berhasil diselamatkan 96.900,000 juga terdakwa atas nama Gefar dengan kerugian Rp 18.369.000 serta uang yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 18.369.000 serta Mikael Mayor kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp 4.500,000 dan kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp 4.500,000 serta atas nama, Yani Carbonila kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp 83.300.000 dan kerugian yang diselematkan sebesar Rp 50.000,000

Selain itu dari data yang didapatkan menyebutkan bahwa kerugian yang ditimbulkan juga berasal dari tindakan korupsi pada pembangunan gedung UMK sebesar Rp 102.192.586 serta kerugian yang dikembalikan sebesar Rp 102.192.586.

Dari data yang ada juga menyatakan bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat tindakan korupsi terjadi di SMPN 1 Ndona dengan terdakwa Vincen Mbangga yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 210.640.000 serta kerugian yang diselamatkan sebesar Rp 130.000,000 dan denda sebesar Rp 5.000.000.

Selain itu juga berasal dari mantan Kades Rangalaka, Anton Mola dengan kerugian negara sebesar Rp 342.264.122 dan uang pengganti sebesar Rp 10.000.000.

Selain itu dari data yang didapatkan juga menyebutkan bahwa kerugian yang berhasil diselamatkan berasal dari perkara dengan terdakwa Musa Djamal uang pengganti sebesar Rp 100.000.000 dan denda sebesar Rp 50.000.000 serta perkara dengan terdakwa Yosephina Bunga Mbelo dengan uang pengganti sebesar Rp 55.712.087.

Kejari Muji mengatakan bahwa meskipun para terdakwa telah mengembalikan uang namun demikian tidak akan menghilangkan atau menghapus pokok perkara.

Oleh karena itu pihaknya berharap kepada semua masyarakat terutama para penyelengga negara seperti ASN agar tidak terjebak dalam tindakan korupsi karena hal tersebut selain merugian diiri sendiri karena harus berurusan dengan hukum juga tentu merugikan banyak orang. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help