PosKupang/

Waspadai Serangan Penyakit Difteri, Catatan Ketua IDI Manggarai

Lebih terinci data itu meyebutkan bahwa sampai dengan pertengahan bulan Desember tahun 2017, total 714 kasus

Waspadai Serangan Penyakit Difteri, Catatan Ketua IDI Manggarai
ilustrasi
Difteri 

Oleh: dr. Ronald Susilo
Ketua IDI Cabang Manggarai

POS KUPANG.COM -- Di penghujung tahun 2017 ini, Kementerian Kesehatan dan semua pihak medis dikejutkan tingginya jumlah kasus penyakit difteri.

Sebanyak 25 provinsi telah melaporkan munculnya kasus difteri di wilayah mereka dan 11 provinsi dinyatakan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri.

Lebih terinci data itu meyebutkan bahwa sampai dengan pertengahan bulan Desember tahun 2017, total 714 kasus difteri tercatat di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan jumlah kematian 38 orang.

Dari total jumlah kasus difteri ini, terdapat 66% adalah penderita yang tidak mendapatkan vaksin, 31% penderita yang mendapatkan vaksin tidak lengkap, dan 3% adalah penderita dengan vaksin lengkap (Nur Alfiah, Majalah Tempo: Jumat, 22 Desember 2017).

Baca: Mengenai Kasus Difteri di NTT, Ini Penjelasan Dokter Theresia Sarlyn Ralo dari Dinkes Provinsi NTT

Dari data tersebut, banyak hal yang menurut saya dapat didiskusikan lebih lanjut demi terwujudnya derajat kesehatan yang lebih tinggi khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Namun, sebelum kita mendiskusikan masalah ini lebih lanjut, marilah kita mengenal lebih dekat tentang penyakit difteri.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini menyerang saluran pernapasan bagian atas dan sangat mudah menular lewat udara melalui bersin serta batuk. Karena sangat mudah menular maka pasien yang menderita difteri harus diisolasikan di ruangan khusus.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah demam tinggi, biasanya lebih dari 380 C yang muncul 2-5 hari setelah terinfeksi.

Selain demam, sakit tenggorokan atau nyeri menelan juga adalah gejala khas penyakit difteri, dimana terdapat pseudomembran putih yang menutupi tenggorokan sehingga kelenjar getah bening leher bengkak yang dinamakan bullneck atau leher sapi, sebab leher penderita difteri bengkak seperti leher hewan sapi. Kesulitan bernapas disertai bunyi pernapasan merupakan tanda bahaya dari penyakit ini.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help